Cegah PMI Terlantar, BP3MI Kepri dan Gerhana Pro Bangun Sinergitas

Jajaran Lembaga Perlindungan PMI Gerhana Pro foto bersama dengan Kepala BP3MI Kepri usai audiensi. (Foto: istimewa).

TANJUNGPINANG, RADARSATU.COM –Jajaran Lembaga Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Gerhana Pro audiensi dengan Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Wilayah Provinsi Kepri.

Kedatangan mereka disambut Kepada BP3MI Wilayah Kepri, Kombes Pol Amingga M Primastito di kantor yang berasa di Jalan Nusantara KM 13 Arah Kijang, Tanjungpinang, Jumat (4/11/2022).

Dalam pertemuan tersebut, Amingga didampingi segenap jajaran strukturalnya.

Dari DPW Gerhana Pro Kepri hadir Ketua DPW, Acep Oky Setiawan dengan membawa jajaran pengurusnya, termasuk unsur Pengawas DPW, Buana Fauzi Februari.

Baca Juga :  Siaga Virus Corona di Lingkungan Mapolres Anambas

Mingga menjelaskan, pentingnya dukungan masyarakat sebagai stakeholder pendamping dalam pengawasan PMI nonprosedural khususnya di wilayah perbatasan tiga negara.

Ia berharap melalui lembaga dipimpinnya tidak ada PMI menjadi korban di luar negeri.

Perlu terobosan-terobosan baru yang akan disosialisasikan dalam waktu dekat. Mengingat pentingnya keselamatan Pekerja Migran Indonesia yang selama ini menjadi korban TTPO di luar negeri.

Antara BP3MI Kepri dan DPW Gerhana Pro Kepri sepakat membangun kesepahaman dan kerja sama dalam memberikan edukasi dan sosialisasi peran kehadiran pemerintah melindungi PMI yang dulunya dikenal dengan TKI.

Baca Juga :  Seorang Warga Tanjungpinang Kembali Terkonfirmasi Positif Covid-19

“Kami merasa mendapat suntikan darah segar dengan masuknya Gerhana Pro di Kepri, partisipasi masyarakat dalam mendukung kinerja BP3MI Kepri memang kami harapkan,” papar Mingga dalam pertemuan itu.

Acep Oky Setiawan menuturkan, pihaknya sudah membentuk kepengurusan tingkat DPW Gerhana Pro.

Mereka bertugas mensosialisasikan keberadaan lembaga. Serta membantu mencerdaskan warga mengenai pentingnya bekerja secara resmi, khususnya di luar negeri.

“Jangan sampai menjadi korban. Berangkat ke luar negeri terlantar dan bahkan terluka,” ucapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.