Tiga Event Olahraga Di Bintan Masuk Kalendar Nasional

Ibukota Provinsi Kepri, Tanjungpinang berhasil mencatatkan Festival Pulau Penyengat pada CoE 2020. Festival Pulau Penyengat adalah kegiatan yang dilaksanakan di Pulau Penyengat. Yang merupakan pulau bersejarah peninggalan Kerjaaan Johor Riau Lingga.Festival Pulau Penyengat ini sudah digelar sejak 2016, menyuguhkan beberapa perlombaan tradisional. Yaitu lomba panggak gasing, lomba jong, lomba dayung sampan, lomba sampan layar, lomba ngambat itik, lomba pukul bantal, lomba berbalas pantun, lomba syarhil gurindam hingga carnaval fashion.

Selama perhelatan tersebut juga digelar festival kuliner khas Melayu. Disajikan makanan dan minuman khas raja-raja zaman dahulu. Kenduri Seni Melayu dari Kota Batam juga masuk dalam CoE 2020. Event ini selalu seru, karena melibatkan beberapa negara tetangga.

Diisi dengan berbagai seni dan permainan tradisional, festival kuliner, hingga pembacaan puisi oleh para penyair dari beberapa negara di Asia Tenggara. Pada tahun ini, Kabupaten Bintan mencatatkan tiga event olahraga pada CoE 2019.
Events yang sama juga berhasil masuk pada CoE 2020. Yaitu Tour de Bintan  dan Bintan Triathlon yang berhasil masuk Top 100. Sedangkan Ironman 70.3, tercatat pada Top 10 Events. Sebenarnya Kepri mengusulkan 16 event untuk masuk pada CoE 2020. Namun hanya lima yang berhasil lolos.

Baca Juga :  DPRD Bintan Ingatkan Bantuan Data Penerima Penanganan Covid-19 Perlu Diawasi

“Kita mengusulkan 16 event untuk dimasukan pada Calendar of Events 2020. Tapi oleh Tim Kurator diloloskan empat event pada Top 100 dan satu event Top 10,” ujar Drs. Buralimar, M.Si, Kadis Pariwisata Kepri, Selasa (30/10).

Events yang tercatat pada CoE 2020 tersebut akan mendapatkan pendampingan dan dukungan promosi media (pre, on, dan post), serta dukungan penyelenggaraan pada saat event berlangsung dari Kemenpar agar memiliki “nilai jual” serta lebih menarik bagi wisatawan untuk berkunjung.

“Kita berharap event pariwisata Kepri yang masuk CoE 2020 ini, bisa lebih dikemas denga baik untuk menarik Wisman. Harus dikurasi oleh ahli kurator jadi bisa lebih internasional,” tambah Buralimar.

Baca Juga :  Lestarikan Warisan Budaya Lingga Dengan Menggelar Pelatihan Membuat Tudung Manto

(Mn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.