Hukrim  

Satpol PP Tanjungpinang Sayangkan Surat Rahasianya Beredar

Surat Satpol PP
Surat Satpol PP

TANJUNGPINANG,- – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), menyayangkan beredarnya surat hasil pengawasan terhadap pelajar yang ditemukan berada di Warnet Rebel Net beberapa waktu lalu yang ditujukan untuk OPD Kota Tanjungpinang.

Surat itu beredar ke muka umum. Isi dari surat menyebutkan disinyalir/diduga Warnet Rebel Net dijadikan tempat untuk melakukan tindakan asusila/prostitusi, tetapi bukan tempat melakukan tindakan prostitusi/asusila.

Surat tersebut terpublikasi ke media massa belum lama ini dan menjadi konsumsi publik. 

“Kami sangat menyayangkan beredarnya surat yang seharusnya kami kirimkan untuk OPD terkait saja, tetapi bisa sampai ketangan/meja redaksi awak media. Seharusnya surat itu tidak dikonsumsi untuk publik (rahasia internal Pemerintah Kota),” kata Kasatpol PP Kota Tanjungpinang, Efendi, melalui Sekretarisnya, Dedy, Jumat (7/9/2018).

Baca Juga :  Ingin Melaporkan Kehilangan Barang, Lapor Saja di Mobil Keliling Sat Binmas

Menurut pengamatan pihaknya telah terjadi salah penafsiran atau kesimpangsiuran dalam pemberitaan tersebut.

“Pemberitaan tersebut menurut kami mengutip dari isi surat yang kami kirimkan ke beberapa OPD terkait dengan masalah Rebel Net didapati anak yang memakai seragam sekolah sedang berada didalam warnet tersebut. Oleh karena itu kami dari Satpol PP bermaksud meluruskan dan mengklarifikasi berita yang sudah beredar,” tegas Dedy.

Dalam surat hanya menyebutkan “Disinyalir/Diduga” Warnet Rebel Net dijadikan tempat untuk melakukan tindakan asusila/prostitusi, tetapi bukan tempat melakukan tindakan prostitusi/ asusila.

Baca Juga :  Kapolsek Duga Kebakaran Terjadi di Jalan Yusuf Kahar Karena ini

Sesungguhnya, sambung Dedy, Rebel Net hanyalah salah satu warnet yang dijadikan tempat berkumpul, bertemu bagi perkumpulan komunitas cucu mbah.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.