Setelah Setahun Bersitegang, Warga Pangke Barat dan RSBT Akhirnya Pilih Damai

Suasana perdamaian antara warga Pangke Barat dan RSBT Karimun di Rumah Dinas Bupati Karimun. (Foto: istimewa).

KARIMUN, RADARSATU.COM – Setelah setahun bersitegang, akhirnya warga Desa Pangke Barat dengan pihak Rumah Sakit Bhakti Timah (RSBT) Karimun memilih jalur damai.

Perdamaian itu dilakukan di rumah dinas Bupati Karimun yang disaksikan langsung oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq dan Wakapolres Karimun, Kompol Syaiful Badawi didampingi Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Arsyad Riyandi.

Diberitakan sebelumnya, permasalahan tersebut terjadi pada September 2021 tahun lalu, dimana masyarakat Pangke Barat tidak terima warganya divonis meninggalkan diakibatkan terpapar COVID-19.

Alhasil, warga pun melakukan tindakan kekerasan dan diskriminasi terhadap tenaga medis, scurity yang sedang bertugas serta melakukan pengerusakan terhadap fasilitas RSBT.

Baca Juga :  Klinik Polres Karimun Mendapat 1.100 Vial Vaksin Astrazeneca Dari Polda Kepri

”Alhamdulillah, penyelesaian masalah kekerasan yang terjadi antara masyarakat Pangke Barat dengan pihak RSBT Karimun hari ini telah berdamai,” kata Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Rabu (30/8/2022) kemarin.

Rafiq mengatakan, sebagai kepala daerah memang sewajarnya berapa ditengah-tengah dalam persoalan tersebut. Menurutnya, pihak RSBT dan sebagian warga Pangke Barat, semuanya merupakan masyarakat Kabupaten Karimun.

”Dari pihak perwakilan sebagian warga Desa Pangke Barat sudah menyampaikan penyesalannya dan telah meminta maaf kepada perwakilan tenaga medis RSBT yang menjadi korban kekerasan.

Baca Juga :  Polres Karimun Rebus 2 Kg Sabu-sabu Asal Malaysia

Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Karimun menjamin adanya perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan di masa pandemi COVID-19, khususnya tenaga kesehatan di RSBT dari tindakan kekerasan dan diskriminasi bagi tenaga kesehatan yang sedang bertugas.

Sementara itu, Ketua RW 003 Desa Pangke Barat, Burhanuddin secara terpisah mengatakan, atas nama warga dengan ini menyatakan permohonan maaf sedalam-dalamnya dan tidak akan mengulangi perbuatan tindak pidana dalam bentuk apa pun terhadap RSBT Karimun.

”Termasuk juga terhadap perawat dan Satpam RSBT. Dan tidak akan mempermasalahkan permasalahan yang telah terjadi, kami saling memaafkan. Melalui permohonan maaf ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antara RSBT dengan masyarakat Pangke Barat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.