Akibat Pemadaman Listrik, Kantor PLN Karimun Dijaga Anggota Kepolisian

Beberapa anggota kepolisian tampak berjaga di depan Kantor ULP PLN Tanjungbalai. (Foto: Riandi/Radarsatu)

KARIMUN, RADARSATU.COM – Beberapa anggota kepolisian tampak melakukan penjagaan di Kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Tanjungbalai Karimun, Sabtu (28/5/2022).

Penjagaan tersebut dilakukan guna mengantisipasi adanya amukan massa akibat pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Pulau Karimun.

Terlebih, hari ini merupakan batas waktu pemadaman listrik yang telah diberikan oleh pihak PLN Tanjungbalai Karimun, namun nyatanya masih juga adanya pemadaman.

Empat anggota kepolisian tersebut tampak berjaga-jaga dan melihat situasi di depan Kantor ULP PLN Tanjungbalai Karimun.

Baca Juga :  Wujudkan Kepri Terang, Karang Taruna Kepri Fasilitasi Meteran ke Warga

Manager ULP PLN Tanjung Balai Karimun, Hendrico mengatakan, penjagaan tersebut merupakan bentuk pengamanan objek vital negara oleh pihak berwajib.

“Penjagaan itu inisiatif dari pihak kepolisian untuk menjaga objek vital negara. Ditambah memang hari ini ada pemadaman listrik cukup lama,” kata Hendrico saat ditemui di Kantornya.

Hendrico menjelaskan, adapun pemadaman yang terjadi pada hari ini dikarenakan adanya kerusakan dua unit mesin di PLTU Tanjung Sebatak yang terkena sambaran petir dan menyebabkan blackout (mati total).

Dengan demikian ia berharap, masyarakat agar dapat bersabar dan menahan diri lantaran pemadamam listrik saat ini diluar dugaan pihak PLN.

Baca Juga :  Kemenhub Udara Buka Lowongan Tenaga Kontrak di Bandara Letung

“Tadi pagi mesin unit 1 dan 2 di PLTU Tanjung Sebatak tersambar petir. Sekarang masih tahap pemulihan kembali dan membutuhkan proses beberapa jam,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Tebing, AKP Brasta Pratama Putra membenarkan adanya personil Polsek Tebing yang sedang melakukan penjagaan di Kantor ULP PLN Tanjungbalai Karimun.

Brasta mengatakan, penjagaan tersebut dilakukan guna mengantisipasi adanya amukan massa akibat pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Karimun.

“Benar, beberapa anggota kita perintahkan untuk melakukan penjagaan disana dengan tujuan mengantisipasi adanya amukan massa akibat pemadaman listrik,” kata Brasta melalui via telepon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.