HM Wardan Buka Penguatan Moderasi Beragama Bagi Penyuluh Agama Islam Dilingkup Kemenag Inhil

Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan membuka secara resmi pelaksanaan penguatan moderasi beragama bagi penyuluh agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Inhil. (Foto: istimewa).

(Adventorial)

 

INHIL, RADARSATU.COM – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan membuka secara resmi pelaksanaan penguatan moderasi beragama bagi penyuluh agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Inhil, Minggu (28/8/2022).

Kegiatan ini dihadiri Kakan Kemenag Inhil Harun dan diikuti sebanyak 162 peserta yang menghadirkan narasumber dan fasilitator diantaranya, Zulfadli dan Asri dari Kementrian Agama Provinsi Riau.

Kegiatan tersebut digelar oleh Kementerian Agama Kabupaten Inhil di Aula hotel Top 5 Tembilahan dengan tujuan memberikan pengetahuan tambahan bagi para penyuluh guna di realisasikan ke masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Inhil Mendapat Kunjungan Dari 82 Pendamping PKK

Bupati Inhil, HM Wardan menyampaikan bahwa moderasi beragama merupakan hal dasar namun paling penting untuk menciptakan cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mewujudkan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan bernegara.

“Moderasi beragama merupakan salah satu modal yang harus dimiliki oleh setiap individu dalam menjalankan peran sosial ditengah masyarakat yang multikultural. Maka dari itu kegiatan ini sangat penting,” katanya.

Baca Juga :  Dengan Wadah APDESI, Nizar Harap Kepala Desa Lebih Kreatif dan Inovatif

HM Wardan juga menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pelaksanaan ini dengan sungguh-sungguh dan dapat aplikasikan ke masyarakat demi menciptakan keharmonisan antar beragama.

“Ikuti pelatihan ini dengan seksama karna ini sangatlah penting Selain untuk melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umat berlandaskan prinsip adil untuk semua, juga berimbang serta menaati konstitusi sebagai kesepakatan bernegara, itulah menjadi tujuan penting dari penguatan moderasi beragama,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.