Jumaga Nadeak: Hentikan Kisruh Setwan Kepri

Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak. (Foto: Istimewa)

TANJUNGPINANG, RADARSATU.COM – Kisruh di tubuh Setwan DPRD Kepri memantik atensi Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak.

Jumaga meminta polemik personal di internal sekretarian dewan harus segera dihentikan. Menurutnya hanya akan menguras energi untuk hal-hal yang tidak produktif.

Jumaga meminta polemik personal di internal sekretarian dewan harus segera dihentikan. Sebab hanya akan menguras energi untuk hal-hal yang tidak produktif.

“Saya tahu siapa orang-orangnya, sudah saya panggil ke ruangan. Apa-apaan ini. Tugas kita melayani rakyat, bukan yang lain,” kata Jumaga Nadeak kepada awak media, Rabu (29/6/2022).

Baca Juga :  Satu Warga Karimun Positif Corona, Dirawat di RSUD Muhammad Sani

Politisi senior PDI-P ini juga mengatakan, persoalan muncul sejak ditempatkannya figur Martin Maromon sebagai Sekwan yang baru.

Di mata Jumaga, Martin adalah sosok yang sangat kompeten dan punya integritas tinggi. Kehadiran Martin diakuinya membawa angin perubahan.

“Jujur, seretariat ini berantakan sejak lama. Pak Martin datang dengan komitmen bersih-bersih piring yang sudah retak. Performa ini bikin gelisah banyak orang, maka dicari-cari kesalahannya,” ujarnya.

Dibagian lain, Nadeak menyinggung perihal temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam Laporan Hasil Pemeriksan (LHP) DPRD Kepri Tahun Anggaran (TA) 2021.

Baca Juga :  Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif, PT Timah Tbk Serahkan Bantuan ke Hasta Karya

Total temuan BPK tersebut di DPRD mencapai Rp 1,1 miliar. Nilai ini berasal dari 3 kegiatan, yakni SPPD, kegiatan sewa kapal dan pengadaan 56 unit iPad Pro 11 untuk anggota DPRD Kepri.

“Benar ada temuan, prosesnya dalam 60 hari ke depan itu pihak ketiga disuruh kembalikan. Ya kembalikanlah, kita kawal sama-sama prosesnya,” tegasnya.

Jumaga menggunakan metafora filosopi kopi sebagai solusi mengentikan kisruh di tubuh Setwan DPRD Kepri.

“Kopi itu akan kembali jernih kalau tidak terus diaduk-aduk. Saya minta semua pihak untuk berhenti berpolemik. Jangan diperkeruh lagi,” tambahnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.