Rayakan Milad ke-56, LAMR Gelar Ragam Event Budaya dan Layanan Sosial Tiga Hari Penuh

Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) memperingati Milad ke-56 dengan menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan.F-Istimewa

PEKANBARU, Radarsatu.com — Penjagaan terhadap pilar kelestarian tradisi nusantara dan penguatan marwah budaya lokal di tengah gempuran modernisasi teknologi siber terus diupayakan secara konsisten oleh pemangku adat di Bumi Lancang Kuning.

Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) resmi memperingati hari jadi atau Milad ke-56 dengan mengemas rupa-rupa kegiatan kolaboratif yang melibatkan netizen, masyarakat luas, serta jajaran pemangku kepentingan daerah.

Peringatan akbar yang berlangsung maraton selama tiga hari berturut-turut sejak tanggal 5 hingga 7 Juni 2026 tersebut diposisikan sebagai momentum sakral untuk mendongkrak kembali peran aktif LAMR dalam membentengi nilai-nilai luhur melayu sekaligus mendorong program pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Seluruh rangkaian draf manifes kegiatan budaya dipusatkan di Kompleks Balai Adat LAMR, Kota Pekanbaru, dengan menyajikan rupa-rupa agenda mulai dari ritual ziarah makam pendiri, Musyawarah Kerja 2026, tegak tiang tonggul adat, hingga sosialisasi siber mengenai tata cara administrasi pendaftaran tanah ulayat milik masyarakat adat.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Sri Taufik Ikram Jamil, menjelaskan bahwa usia lebih dari lima dekade ini menjadi draf bukti otentik mengenai konsistensi lembaga dalam memperjuangkan hak-hak sipil dan martabat masyarakat tempatan di Provinsi Riau.

Guna mendekatkan khazanah masa lalu kepada draf generasi muda milenial, panitia merancang festival kebudayaan interaktif seperti pagelaran seni berbalas pantun, pelatihan massal cara memasak bubur lambuk, hingga draf pameran kuliner legendaris yang menyajikan 56 jenis juadah khas Melayu Riau secara gratis.

Tidak melulu soal pelestarian seni, LAMR turut mengintegrasikan jaminan sosial kemasyarakatan melalui pembukaan stand bazar UMKM siber, penyediaan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis untuk lanskap warga miskin, serta aksi penyaluran paket pangan dalam gerakan Jumat Berkah.

Melalui pelaksanaan Musyawarah Kerja 2026 yang digelar di sela-sela perayaan, LAMR secara taktis menyusun draf program kerja jangka panjang guna menjawab rupa-rupa tantangan sengketa lahan siber dan menjaga eksistensi hutan adat dari rupa-rupa ancaman deforestasi ilegal.

Sinergi yang harmonis antara institusi adat, jajaran birokrasi pemerintah, dan masyarakat umum dinilai menjadi draf kunci utama dalam mempertahankan jati diri Riau di kancah nasional. Gayung bersambut, draf apresiasi dan ucapan tahniah meluncur dari Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Helmi D, yang hadir mewakili draf jajaran eksekutif Pemprov Riau.

Helmi menegaskan bahwa kemampuan sebuah organisasi adat untuk bertahan dan tetap relevan selama 56 tahun membuktikan draf dedikasi kolektif para pengurus yang tidak pernah padam, di mana rangkaian acara milad kali ini dinilai sangat edukatif, berbobot sosial tinggi, serta mampu menyuntikkan draf semangat nasionalisme berbasis kearifan lokal bagi ketahanan budaya bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *