KARIMUN, Radarsatu.com — Pendekatan persuasif dan pelayanan humanis kembali ditunjukkan oleh jajaran kepolisian dalam mengawal hak konstitusional warga negara saat menyampaikan aspirasi di ruang publik.
Kepolisian Resor (Polres) Karimun menerjunkan puluhan personel untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa damai yang digelar oleh masyarakat Kelurahan Sawang, Kecamatan Kundur Barat.
Aksi penyampaian pendapat di muka umum yang berlangsung pada Kamis, 4 Juni 2026 ini dipicu oleh gelombang penolakan keras dari warga setempat terhadap rencana pembukaan penambangan pasir darat di wilayah pemukiman mereka yang dikhawatirkan merusak ekosistem lingkungan.
Guna memastikan situasi tetap kondusif, draf pengamanan di lapangan dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Karimun, AKP Andri Yusri, S.H., dengan melibatkan sedikitnya 79 personel gabungan dari berbagai satuan fungsi.
Menariknya, di sela-sela ketegangan orasi, para petugas melalui fungsi Kehumasan justru membagikan ratusan botol air minum gratis kepada massa aksi sebagai wujud kepedulian dan pelayanan prima Polri.
Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stevani, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa kehadiran Korps Bhayangkara di tengah kerumunan massa bukan untuk melakukan tindakan represif, melainkan demi menjamin hak rasa aman masyarakat dalam bersuara sesuai payung hukum yang berlaku.
Otoritas kepolisian berkomitmen penuh menyelenggarakan skema pengamanan yang profesional, humanis, dan tegak lurus pada Standar Operasional Prosedur (SOP).
Sinergi yang baik antara ketegasan petugas dan kedewasaan massa membuat unjuk rasa yang diikuti oleh sekitar 50 peserta tersebut berjalan linier dengan koridor hukum.
Kapolres secara khusus melayangkan apresiasi tinggi kepada koordinator lapangan dan seluruh massa demonstran yang telah kooperatif menjaga situasi kamtibmas tetap sejuk hingga masa penyampaian aspirasi berakhir.
Rangkaian aksi penolakan tambang pasir darat di daratan Kundur pada pertengahan tahun 2026 ini akhirnya membubarkan diri dengan tertib menjelang sore hari.
Tidak ada insiden gesekan fisik maupun perusakan fasilitas umum yang mencederai jalannya roda demokrasi di Bumi Berazam tersebut.
Polres Karimun berharap iklim penyampaian pendapat yang sehat dan bebas dari anarkisme seperti ini dapat terus dipertahankan oleh seluruh elemen masyarakat sipil.
Dengan selesainya pengamanan taktis ini, seluruh personel ditarik kembali ke markas komando dalam keadaan lengkap, sekaligus memastikan bahwa dinamika sosial masyarakat di Kelurahan Sawang telah kembali beraktivitas normal dan kondusif seperti sedia kala.
