BATAM, Radarsatu.com – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara resmi menutup perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XXXIV tingkat Kota Batam di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Kamis (16/4/2026) malam.
Acara penutupan yang berlangsung megah ini menjadi momen bersejarah bagi Kecamatan Sagulung yang sukses menasbihkan diri sebagai Juara Umum tahun ini setelah meraih total poin tertinggi, mengungguli 11 kecamatan lainnya di Kota Batam.
Berdasarkan keputusan dewan hakim, Kecamatan Sagulung keluar sebagai pemenang utama dengan perolehan nilai fantastis sebanyak 421 poin.
Persaingan di papan atas berlangsung sangat sengit, di mana Kecamatan Sungai Beduk membuntuti di posisi kedua dengan nilai 418, hanya terpaut tiga poin dari sang juara. Sementara itu, Kecamatan Batam Kota harus puas menempati peringkat ketiga dengan raihan 379 poin, disusul Nongsa dan Bengkong yang melengkapi jajaran lima besar.
Selain kompetisi utama, kreativitas estetika juga menjadi sorotan melalui lomba kreasi astaka. Kecamatan Sagulung menyempurnakan dominasinya dengan meraih juara pertama kategori astaka tingkat kecamatan dengan nilai 94. Untuk kategori tingkat kelurahan, Kelurahan Tanjung Sari sukses meraih prestasi tertinggi.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pembinaan seni religi dan budaya Islam di tingkat akar rumput Kota Batam telah berjalan secara merata dan kompetitif.
Dalam sambutannya, Wali Kota Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya MTQH yang dinilai semakin berkualitas dari tahun ke tahun. Ia menekankan bahwa esensi dari kegiatan ini bukan sekadar mengejar trofi, melainkan momentum untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam perilaku sehari-hari.
Amsakar berharap para kafilah yang telah terpilih sebagai pemenang dapat terus mengasah kemampuan mereka untuk membawa nama harum Kota Batam di ajang MTQH tingkat Provinsi Kepulauan Riau mendatang.
Amsakar juga menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme masyarakat yang sangat tinggi selama penyelenggaraan berlangsung. Bersama Wakil Wali Kota, ia mengapresiasi kinerja profesional dewan hakim yang telah memberikan penilaian secara objektif.
Kondusivitas dan kemeriahan acara ini dianggap sebagai wujud nyata semangat kebersamaan masyarakat Batam dalam menjunjung tinggi syiar Islam di tengah kemajuan pembangunan kota yang inklusif.
Kegiatan yang ditutup dengan pengumuman peringkat seluruh kecamatan hingga posisi ke-12 ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi wilayah yang belum meraih prestasi maksimal. Amsakar mengajak seluruh peserta, baik yang menang maupun yang belum beruntung, untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang utama.
Dengan berakhirnya MTQH XXXIV, Pemerintah Kota Batam berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan bakat-bakat qurani demi mewujudkan Batam sebagai kota yang modern sekaligus religius.
