KARIMUN, radarsatu.com – Pegawai honorer ‘banjir’ di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Ternyata, cukup banyak honorer yang tidak terdaftar di database Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karimun.
Dari informasi diperoleh, penerimaan honorer ‘titipan’ tersebut telah berlangsung sejak lima tahun terakhir. Untuk besaran gaji yang merapat dapat bervariasi dari Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta per bulannya.
“Jumlah honorer yang tak masuk dalam database lebih dari 3.000 orang,” kata Kepala BKPSDM Karimun, Sudarmadi, Selasa (14/1/2025).
Lanjutnya, jumlah tenaga honorer yang masuk dalam database BKPSDM Karimun sekitar 2.800 orang.
“Dari jumlah itu sekitar 2.080 yang mendaftar PPPK Tahap I, lebih dari 500 orang yang dinyatakan tidak lulus,” ujar Sudarmadi.
Dikatakannya, honorer yang tidak terdaftar di database juga menerima surat keputusan (SK), tapi buka dari BKPSDM.
“SK-nya bukan dari BKPSDM, tapi masing-masing OPD yang mengeluarkannya termasuk gajinya,” ujar Sudarmadi.
Ia menyampaikan, masa kerja ribuan honorer yang tidak masuk dalam database BKPSDM bervariasi.
“Ada yang lebih dari 2 tahun, dan juga ada yang di bawah 2 tahun. Yang sudah bekerja dua tahun dapat mengikuti seleksi PPPK Tahap II,” ucap Sudarmadi.
Disebutkannya, belum diketahui soal bagaimana kejelasan nasib honorer yang bekerja di bawah dua tahun untuk ke depannya.
“Apakah di rumahkan atau tidak, belum tahu keputusannya seperti apa,” kata Sudarmadi.
Namun lanjutnya, Pemkab Karimun sedang berupaya memperjuangkan nasib mereka. “Contohnya supir, apakah dititipkan ke Dishub, tenaga kebersihan dititipkan ke LH. Kita juga masih menunggu bagaimana kepastiannya,” kata Sudarmadi mengakhiri.




tidak terdapat tetapi beruntung bs lolos PPPK walau SKnya dr OPDnya masing2 🤣🤣🤣.. malah yg sesuai bidangnya tidak lolos🤣🤣