PEKANBARU, Radarsatu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengambil langkah nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan serta memperkuat ketahanan iklim daerah melalui mega proyek lingkungan jangka panjang.
Dalam rangka menyambut hari bersejarah, pemerintah daerah mencanangkan gerakan masif berupa penanaman 1.000 batang pohon pelindung yang dipusatkan di seluruh area kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Kota Pekanbaru.
Rencana strategis ini ditujukan untuk merestorasi lahan terbuka di sekitar kompleks olahraga kebanggaan masyarakat Bumi Lancang Kuning tersebut agar berfungsi optimal sebagai penyuplai oksigen dan penekan angka polusi udara.
Rencana penghijauan berskala besar ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, di sela-sela peninjauan lapangan di kompleks olahraga tersebut.
Pihaknya menjelaskan bahwa realisasi penanaman seribu pohon baru ini sengaja dirancang sebagai agenda monumental yang diintegrasikan ke dalam rangkaian perayaan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau, di mana puncak peringatannya akan jatuh pada 9 Agustus 2026 mendatang.
Sebagai langkah awal sebelum bibit ditanam, jajaran dinas terkait telah diinstruksikan untuk melakukan pembersihan total terhadap sisa material sampah di sekitar area agar tim teknis dapat memetakan titik tanam secara akurat dan rapi.
Guna menyukseskan investasi lingkungan ini, Pemprov Riau menerapkan skema kolaborasi lintas sektor dengan merangkul instansi vertikal, jajaran TNI/Polri, sektor swasta melalui dana tanggung jawab sosial (CSR), hingga komunitas peduli lingkungan.
Sistem kerja bakti ini nantinya akan dibagi per zonasi lahan pertanggungjawaban agar perawatan bibit pasca-tanam dapat dipantau secara berkala dan terukur.
Pendekatan gotong royong ini dinilai menjadi kunci utama agar program tidak sekadar menjadi seremonial belaka, melainkan benar-benar memberikan dampak ekologis yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Proyek penghijauan ini sekaligus menjadi program lanjutan dari aksi pra-kegiatan yang sebelumnya telah diinisiasi bersempena Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, di mana sebanyak 50 bibit pohon awal telah berhasil tertanam di lokasi yang sama.
Jenis vegetasi yang dipilih merupakan kelompok komoditas kayu keras seperti Ulin, Mahoni, Pulai, Trembesi, dan Meranti.
Rumpun tanaman tersebut sengaja dipilih karena selain memiliki nilai ekologis yang tinggi dalam menyerap karbon, karakteristik akarnya juga sangat adaptif terhadap struktur tanah setempat, sehingga diharapkan mampu tumbuh kokoh pelindung kawasan stadion.



