Fungsi Terminal Sungai Carang Kurang Efektif

Suasana Terminal Sungai Carang, Baru 9. (Foto: Robbin S/Radarsatu.com).

TANJUNGPINANG, RADARSATU.COM – Sempat ada wancana Terminal Sungai Carang digunakan menjadi tempat para mahasiswa dan pelajar berdiskusi sembari menggunakan internet.

Sampai saat ini terkesan belum terealisasi. Mengingat lahan yang luas karena tempat parkir bus antar kota dan angkutan umum.

Terminal yang dibangun di masa kepala daerah, Hj Suryatati Abdul Manan itu terkesan tidak dimaksimalkan fungsinya.

Pantauan di lokasi, tidak banyak bus yang beroperasi. Hal ini dikarenakan sepi peminat.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang, Hantoni menuturkan, masih melayani trayek beberapa rute.

Baca Juga :  Pelan-pelan Anambas Tambah Lagi Site Layanan 4G Telkomsel

Harus diakui tidak seramai 10 tahun lalu, karena banyak warga yang sudah memiliki kendaraan pribadi.

“Kami masih melayani trayek Dompak-Senggarang. Tarifnya juga murah namun sepi penumpang,” paparnya.

Disinggung mengenai kondisi terminal yang kurang terawat, Hantoni menilai ini erat kaitannya dengan anggaran pemeliharaan.

Bangunan yang sudah berdiri sekitar 10 tahun itu, tidak ada biaya perawatannya. Mulai dari cat ulang maupun penataan menjadi taman dan lain-lain.

Salah satu mahasiswa, Riska berharap Pemko Tanjungpinang menjadikan taman itu menjadi kawasan berkumpul anak muda.

Baca Juga :  Personel Polres Karimun lkuti Pelatihan Peningkatan Pelayanan Publik

Tentu untuk hal-hal positif, misalnya disediakan sarana penunjang selain WiFi. Komputer atau labtop yang mendukung tugas atau kerja anak-anak muda maupun warga lainnya.

“Bagusnya menjadi taman sekaligus pusat pelayanan menyelesaikan tugas mahasiswa maupun warga umum. Misalnya mengerjakan tugas kuliah maupun administrasi lainnya,” paparnya.

Bila hal ini bisa direalisasikan pemerintah, ia menilai Terminal Sungai Carang ini akan hidup. Bahkan bermanfaat bagi banyak orang.

Hantoni menuturkan hal ini bukan tidak mungkin direalisasikan namun tergantung dari anggaran.

Ia menuturkan, tahun ini alokasi yang tersedia di OPD dipimpinnya senilai Rp11 miliar.

Baca Juga :  BP Batam Serahkan Bantuan untuk Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

Dari anggaran ini sudah termasuk gaji dan tunjangan kinerja ASN, biaya operasional rutin kantor, listrik, air, ATK dan lainnya.

“Jadi program kerja yang direalisasikan terbatas. Mudah-mudahan harapan warga bisa direalisasikan di lain waktu,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.