BATAM, Radarsatu com – Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (PW MES) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus bergerak masif dalam memperluas jangkauan edukasi ekonomi syariah di bumi Melayu. Langkah strategis ini diperkuat lewat sinergi formal dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Syariah Kepri demi mengawal transformasi bisnis syariah dan penguatan UMKM halal di wilayah tersebut.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam pelantikan pengurus HIPMI Syariah Kepri masa bakti 2026–2029 yang diselaraskan dengan Forum Bisnis di The Hills Hotel Batam, Kamis (4/6) pagi.
Keterlibatan MES Kepri tidak sekadar hadir sebagai undangan, tetapi juga menempatkan figur kuncinya dalam jajaran pengurus inti. Sekretaris Umum (Sekum) PW MES Kepri, Dwi Vita Lestari Soehardi, resmi dilantik menjadi Ketua Bidang Literasi dan Edukasi HIPMI Syariah Kepri. Melalui posisi strategis ini, MES Kepri memegang kendali langsung dalam merancang program edukasi, peningkatan kapasitas, serta pemahaman regulasi syariah bagi para pengusaha muda di Kepri.
Eksistensi MES Kepri kian terlihat saat Dwi Vita Lestari didaulat menjadi moderator sesi pertama Forum Bisnis bertema “Sinergi Pengusaha Muda: Transformasi Bisnis Syariah di Kepulauan Riau”. Sesi ini sukses membedah peluang kerja sama multi-sektor dengan menghadirkan para pakar dari Bank Indonesia Kepri, OJK Kepri, Dinas Koperasi & UMKM Kepri, serta Bank Syariah Indonesia (BSI).

Ketua HIPMI Syariah Kepri yang baru dilantik, Ahmad Habibullah, mengamini bahwa program kerja pertamanya sangat beririsan dengan misi utama MES, yaitu fokus pada pendataan, kurasi, dan percepatan sertifikasi halal untuk pelaku UMKM. Menurut Ahmad, UMKM merupakan jantung perekonomian sehingga langkah pertama yang dilakukan bersama adalah meningkatkan pemahaman mereka terkait literasi keuangan. Setelah memiliki sertifikat halal, pelaku usaha diharapkan akan naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih baik.
Beberapa poin kolaborasi taktis pasca-pelantikan ini meliputi edukasi finansial syariah bagi pelaku usaha mikro, akselerasi sertifikasi halal, serta keterlibatan UMKM dalam agenda Ramadan Fest yang mencakup sektor fesyen, kuliner, hingga travel umrah.Gerakan akselerasi ekonomi syariah ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah daerah. Staf Ahli Gubernur Kepri Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Andri Rizal, menyatakan pemerintah siap menjadikan organisasi ini sebagai mitra strategis dalam mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM yang juga Ketua Departemen Ekonomi Kewirausahaan Syariah PW MES Kepri, Riki Rionaldi, menyebut nilai-nilai ekonomi syariah sangat harmonis dengan budaya lokal. Spirit bisnis syariah dinilai tidak hanya soal halal dan haram, tetapi juga mengedepankan prinsip keadilan, produktivitas, dan keberlanjutan yang sangat relevan dengan karakter masyarakat Melayu sebagai identitas Kepulauan Riau.
Melalui momentum pelantikan ini, PW MES Kepri optimis roda ekonomi syariah di Kepulauan Riau akan berputar lebih cepat, menciptakan ekosistem bisnis yang bersih, berkah, dan berdaya saing global.*



