TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Warga Kampung Sungai Serai yang terhimpun dalam RT 01/RW 04 Kelurahan Sei Jang menggelar forum puncak pemilihan Ketua RT pada Selasa malam (09/06/2026). Pertemuan yang berlangsung penuh antusiasme tersebut menghasilkan keputusan bulat dengan menetapkan Fahrizal, atau yang akrab disapa Rizal, sebagai Ketua RT 01 secara aklamasi melalui musyawarah mufakat.
Apresiasi tinggi datang dari berbagai pihak atas kinerja Panitia Pemilihan (Panlih) yang dinilai bekerja profesional dan sesuai jadwal. Keberhasilan pelaksanaan ini menjadi bukti nyata kedewasaan berdemokrasi warga setempat, di mana seluruh proses berjalan kondusif tanpa perlu melalui jalur pemungutan suara (voting).
Proses Panjang Menuju Mufakat
Ketua Panlih, Saenuddin, membeberkan dinamika di balik proses pemilihan ini. Tahapan awal sempat menemui kendala terkait Daftar Pemilih Sementara (DPS). Namun, berkat kerja keras panitia dalam melakukan validasi data penduduk berbasis Kartu Keluarga (KK) domisili, masalah tersebut berhasil diatasi.
“Kami membuka posko pemutakhiran data dan akhirnya berhasil menetapkan DPS sebanyak 154 KK,” ujar Saenuddin.
Setelah DPS ditetapkan, Panlih membuka penjaringan bakal calon pada 2 Juni 2026. Hingga batas akhir pendaftaran, hanya Fahrizal yang resmi mendaftarkan diri sebagai calon tunggal. Untuk melaju ke tahap musyawarah mufakat, Rizal diwajibkan memenuhi syarat dukungan minimal 2/3 dari total warga, yaitu mengumpulkan tanda tangan dari 102 KK. Setelah syarat tersebut terpenuhi, forum malam puncak pun digelar untuk mendengarkan pemaparan visi dan misi calon tunggal.
Warga Cecar Pertanyaan dan Sampaikan Unek-Unek
Meski berstatus calon tunggal, Fahrizal tetap harus melewati sesi tanya jawab yang dinamis. Warga memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan berbagai persoalan pelik yang terjadi di lingkungan Kampung Sungai Serai.
Salah seorang warga, Jefri, menyoroti masalah sosial dan mendesak penertiban rumah kos yang dinilai kurang tertib karena sering menerima tamu lawan jenis hingga larut malam. Selain itu, masalah peredaran gelap narkoba di sekitar Perumahan Wedindra dan depan masjid menjadi perhatian serius warga yang ingin nama baik kampung mereka tetap terjaga bersih.
Persoalan infrastruktur juga mencuat. Wira, perwakilan pemuda, mempertanyakan program kerja nyata untuk meningkatkan peran pemuda sekaligus membentengi mereka dari pengaruh narkoba akibat aktivitas jam malam yang melewati batas. Tak hanya itu, warga juga mengeluhkan sulitnya akses lahan pemakaman baru karena area Pemakaman Anggrek Merah sudah semakin sempit, sementara Pemakaman Batu 16 dinilai terlalu jauh dari permukiman.
Komitmen Ketua RT Terpilih dan Solusi dari Lurah
Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Fahrizal langsung memaparkan langkah taktisnya. Terkait kebersihan dan kerukunan, ia berkomitmen mengaktifkan kembali agenda gotong royong minimal dua kali dalam sebulan.
“Untuk masalah narkoba, karena ini ranah hukum, saya meminta warga untuk tidak segan melapor jika melihat aktivitas mencurigakan. Mengenai kos-kosan, pemilik kos wajib menyediakan tong sampah dan ikut bertanggung jawab menjaga ketertiban. Sementara untuk urusan lahan makam, kami akan segera menyurati pihak kelurahan agar bisa diteruskan ke tingkat Provinsi untuk permohonan hibah lahan,” tegas Rizal.
Di tempat yang sama, Lurah Sei Jang yang hadir langsung dalam forum tersebut turut merespons keluhan warga mengenai minimnya bantuan fasilitas publik seperti tenda, kursi, dan lampu jalan. Lurah menjelaskan bahwa masyarakat dan pengurus RT dapat menempuh tiga jalur resmi untuk pengadaan fasilitas, yaitu melalui jalur Musrenbang, program Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkoneksi ke pusat, atau melalui pemanfaatan dana taktis (aspirasi) anggota dewan.
Pesan untuk Pemimpin Baru
Di akhir acara, Saenuddin selaku Ketua Panlih meminta kesepakatan akhir dari seluruh forum. Sorakan kata “Setuju!” dari ratusan warga yang hadir bergemuruh, menandai resminya Fahrizal memimpin RT 01.Saenuddin pun menitipkan pesan mendalam kepada ketua RT terpilih agar selalu menjaga amanah warga.
“Jadilah pemimpin yang adil, membaur dengan masyarakat, dan jangan anti-kritik. Jangan bertelinga tipis. Kritikan itu hal yang biasa dalam organisasi. Ke depan, mari kita bangun kampung ini agar lebih akrab, saling mengenal, dan menjaga silaturahmi,” pungkasnya.*
