Indeks

Kesadaran Gizi Meningkat, GOW Tanjungpinang Bekali Emak-Emak Ilmu Label Pangan Sehat

Foto bersama usai Sosialisasi Nilai Gizi pada Makanan yang digelar Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tanjungpinang di Aula SMP Negeri 4 Tanjungpinang, Selasa (9/6/2026).F-Diskominfo Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Indikator preferensi belanja masyarakat terhadap produk kuliner di pasar domestik kini dilaporkan mulai mengalami pergeseran paradigma yang cukup radikal.

Cita rasa yang lezat dan keterjangkauan harga tidak lagi menjadi satu-satunya variabel penentu bagi konsumen dalam membelanjakan uang mereka.

Pada pertengahan tahun 2026 ini, masyarakat konsumen kian kritis dengan mulai mencermati kalkulasi volume gula, kadar garam, asupan lemak, jumlah kalori, hingga keabsahan jaminan klaim kesehatan yang tertera pada kemasan.

Fenomena sosiologi konsumsi ini direspons cepat oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Tanjungpinang dengan menggelar Sosialisasi Nilai Gizi pada Makanan yang dipusatkan di Aula SMP Negeri 4 Tanjungpinang, pada Selasa, 9 Juni 2026.

Agenda edukasi yang dirangkai beriringan dengan kegiatan arisan rutin bulanan tersebut dihadiri oleh para pimpinan dan perwakilan dari 40 organisasi perempuan yang bernaung di bawah payung GOW Kota Tanjungpinang.

Ketua GOW Kota Tanjungpinang, Handayani Raja Ariza, menegaskan bahwa forum struktural ini sengaja didesain bukan sekadar sebagai ajang pelepas rindu atau silaturahmi formalitas belaka.

GOW memosisikan pertemuan ini sebagai inkubator pengetahuan taktis bagi kaum ibu, mengingat perempuan merupakan aktor intelektual utama sekaligus manajer domestik yang memegang kendali penuh atas asupan gizi, menu hidangan harian, dan kualitas kesehatan jangka panjang bagi seluruh anggota keluarga di rumah.

Hadir sebagai narasumber utama dalam sosialisasi awal Juni 2026 tersebut, Kepala Seksi Distribusi dan Pengamanan UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Sulistiawati.

Dalam diktat pemaparannya, Sulistiawati membedah secara rinci urgensi penyematan label informasi nilai gizi (nutrition label) pada setiap kemasan produk pangan yang diproduksi oleh sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Transparansi data gizi ini dinilai mendesak agar masyarakat memiliki proteksi mandiri dalam menyeimbangkan kebutuhan metabolisme tubuh, sekaligus mempermudah konsumen dalam menyaring produk yang aman untuk dikonsumsi harian.

Dinkes Kepri menggarisbawahi bahwa perubahan perilaku pasar yang kian melek kesehatan ini harus ditangkap sebagai peluang emas, sekaligus tantangan regulasi bagi para pelaku UMKM kuliner di Tanjungpinang agar naik kelas.

Produsen makanan lokal dituntut untuk mulai mengeliminasi penggunaan bahan pengawet sintetis dan beralih pada formula bahan baku yang lebih higienis serta informatif.

Melalui konsistensi edukasi yang digelorakan oleh gerakan perempuan ini, GOW dan pemerintah daerah optimistis mampu menekan laju prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes dan obesitas, sekaligus menyukseskan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) secara masif.

Exit mobile version