PEKANBARU, Radarsatu.com – Intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok dan memperkuat daya beli masyarakat terus digesa secara masif oleh jajaran otoritas terkait di Provinsi Riau.
Langkah taktis ini diwujudkan oleh Pemerintah Provinsi Riau melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor pangan dengan menggelar program operasi pasar murah terpadu.
Berbeda dari skema rutin yang biasanya disebar merata di lima titik kabupaten dan kota setiap harinya, pada pekan kedua Juni ini instrumen pengendalian harga tersebut sengaja dipusatkan secara penuh di wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Provinsi Riau, Taufiq OH, melalui Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Tetty Nurdianti, mengonfirmasi bahwa tim taktis dari BUMD PT Riau Pangan Bertuah telah bertolak menuju Bumi Seribu Suluk pada Senin, 8 Juni 2026.
Berdasarkan jadwal teknis yang telah disusun, pergerakan tim pasar murah akan menyisir tiga wilayah strategis. Agenda pertama akan dilaksanakan pada Selasa, 9 Juni di halaman Kantor Camat Ujung Batu, diikuti pada Rabu, 10 Juni di halaman Kantor Camat Rokan IV Koto, dan berakhir pada Kamis, 11 Juni di halaman Kantor Camat Kabun. Sementara pada Jumat, 12 Juni, tim dijadwalkan kembali ke Pekanbaru sehingga aktivitas pasar murah di lapangan ditiadakan.
Pelaksanaan operasi pasar di Rokan Hulu ini merupakan respons cepat atas permohonan resmi dari pemerintah kabupaten setempat yang didukung oleh skema penganggaran khusus.
Direktur BUMD PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, menjelaskan bahwa Bupati Rohul secara khusus menyurati pihak BUMD Pangan agar wilayahnya mendapat prioritas penetrasi pasar pekan ini.
Pemkab Rohul mengucurkan stimulus berupa subsidi langsung pada komoditas yang diperjualbelikan, sehingga seluruh bahan pangan pokok yang tersedia di lapangan dipastikan berada jauh di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) serta di bawah harga rata-rata tingkat petani.
Dalam operasi pasar yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB ini, masyarakat dapat menebus beras CML seharga Rp68.000 per 5 kilogram, beras premium Rp70.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp16.000 per kilogram, serta minyak goreng Minyakita senilai Rp14.000 per liter.
Komoditas lain seperti minyak goreng premium dijual Rp20.000 per liter, tepung terigu Rp11.000 per kilogram, telur ayam ras Rp45.000 per papan, bawang putih Rp24.000 per kilogram, serta komoditas hortikultura seperti cabai merah keriting, kentang, dan bawang merah yang juga dibanderol dengan harga miring.
Warga yang hendak berbelanja diimbau untuk tertib mengantre serta membawa kantong belanja mandiri dari rumah guna menekan volume penggunaan plastik sekali pakai.



