BATAM, Radarsatu.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menyambut langsung kedatangan rombongan jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) BTH-05 asal Kabupaten Kampar di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.
Kehadiran otoritas tertinggi pelayanan haji Riau pada malam hari tersebut merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah dalam memastikan fase pemulangan jemaah berjalan lancar dan aman hingga kembali ke daerah asal.
Selain menyampaikan ucapan selamat datang, pihak kementerian turut mengajak seluruh jemaah yang baru saja menyelesaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci untuk senantiasa merawat komitmen ketakwaan dan menjaga predikat kemabruran haji di tengah-tengah lingkungan sosial masyarakat.
Berdasarkan manifest penerbangan pasca-landing, Kloter BTH-05 ini membawa pulang sebanyak 439 jemaah haji yang terdiri atas 207 jemaah laki-laki serta 232 jemaah perempuan.
Kendati demikian, operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun ini mencatat adanya dinamika dan perubahan data jemaah akibat faktor kesehatan.
Tercatat, seorang jemaah bernama Azhari Hasan Ahmad wafat di RS Awal Bros Botania Batam saat fase embarkasi pada Mei lalu, sementara dua jemaah lainnya yakni Dawanus Mahmud Muhammad Yasim serta Halimah Abu Amar dilaporkan meninggal dunia saat menjalani ibadah di Arab Saudi.
Di samping itu, satu jemaah bernama Bahtiar Husin Tikawal terpaksa menunda kepulangan dan harus tetap tinggal di Arab Saudi karena memerlukan perawatan medis intensif akibat penurunan saturasi oksigen.
Meski terdapat beberapa jemaah yang wafat dan tertinggal karena sakit, kuota manifes kepulangan Kloter BTH-05 ke Tanah Air terpantau tetap utuh karena adanya pengisian slot dari empat jemaah mutasi masuk atau sistem tanazul.
Terkait satu jemaah yang masih tertahan di rumah sakit Arab Saudi, Kanwil Kemenhaj Riau menegaskan bahwa koordinasi melekat terus dilakukan bersama tim jemaah haji Indonesia serta otoritas kedokteran setempat.
Langkah ini diambil guna menjamin hak penanganan medis serta pendampingan terbaik hingga pasien dinyatakan laik terbang oleh dokter untuk dipulangkan ke Indonesia.
Momentum haru pemulangan ini juga diwarnai dengan penyampaian rasa belasungkawa dan duka cita yang mendalam dari jajaran Pemerintah Provinsi Riau atas wafatnya para jemaah dalam tugas suci keagamaan tersebut.
Pihak kementerian mendoakan agar segala amal ibadah para mendiang diterima sebagai bekal kebaikan tertinggi dan pihak keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Melalui evaluasi pelayanan kepulangan mutakhir ini, Kemenhaj Riau berharap proses pemulangan kloter-kloter berikutnya dapat terus berjalan optimal demi memberikan rasa nyaman, aman, sekaligus ketepatan layanan bagi seluruh masyarakat Riau.
