Indeks

Respons Cepat BPBD Inhil Padamkan Dua Titik Karhutla dalam Hitungan Jam

Respons Cepat BPBD Inhil Padamkan Dua Titik Karhutla dalam Hitungan JamF-Istimewa

TEMBILAHAN, Radarsatu.com – Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bergerak taktis menjinakkan kobaran api yang melanda kawasan hutan dan lahan di dua wilayah berbeda, yakni Kecamatan Tembilahan dan Kecamatan Batang Tuaka.

Langkah mitigasi darurat ini dilakukan guna menghentikan perluasan dampak kebakaran agar tidak semakin meluas ke area perkebunan warga.

Selain dua titik yang berhasil ditangani oleh tim reguler tersebut, di hari yang sama bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan juga melanda wilayah Kecamatan Pelangiran, sehingga menggenapkan total kejadian menjadi tiga titik dalam satu hari.

Kepala BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, R. Arliansah, menjelaskan bahwa seluruh laporan indikasi kemunculan titik api yang masuk ke pusat pengaduan langsung direspons dengan verifikasi cepat dan penerjunan personel ke lapangan.

Berdasarkan data taktis yang dihimpun petugas, insiden karhutla pertama terdeteksi berada di Jalan Tanjung Harapan, Lorong Tanjung Langkawi, Kecamatan Tembilahan, dengan estimasi luasan area yang terdampak mencapai 0,2 hektare.

Tak lama berselang, TRC BPBD Inhil langsung mengalihkan kekuatan armada menuju Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka, untuk melakukan operasi pemadaman sekaligus pendinginan guna memastikan bara api di dalam lapisan tanah benar-benar padam pada lahan seluas 1 hektare.

Sementara itu, sinergi penanggulangan bencana juga terlihat dalam penanganan kebakaran lahan gambut di Desa Tagagiri Tama Jaya, Kecamatan Pelangiran.

Di lokasi ketiga ini, proses pemadaman melibatkan kolaborasi solid lintas instansi yang terdiri dari unsur TNI, Polri, kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga setempat yang bergotong-royong menyekat pergerakan api pada lahan seluas 1 hektare.

Akumulasi dari rangkaian insiden kebakaran yang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir tersebut diperkirakan telah menghanguskan total luasan lahan mencapai 2,2 hektare.

Menyikapi tren kenaikan titik panas ini, pihak BPBD Inhil mengeluarkan imbauan keras kepada para pemilik konsesi lahan maupun petani lokal agar menghentikan total praktik pembersihan lahan dengan metode pembakaran, terutama saat kondisi cuaca sedang kering dan minim curah hujan.

Selain memicu kabut asap yang merugikan kesehatan, tindakan membuka lahan dengan api di kawasan rawan berpotensi melanggar hukum. Pihak kepolisian dan BPBD terus menyiagakan personel 24 jam serta memperkuat simpul koordinasi agar setiap potensi karhutla di wilayah Indragiri Hilir dapat diantisipasi dan dipadamkan sedini mungkin.

Exit mobile version