Sakit Setibanya di Batam, 2 Jemaah Haji Asal Pekanbaru Tertunda Pulang ke Kampung Halaman

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon.F-Istimewa

PEKANBARU, Radarsatu.com — Pengawasan indikator medis bagi para peziarah spiritual pasca-menempuh perjalanan udara lintas benua dari Timur Tengah terus diperketat oleh otoritas karantina pelabuhan guna menjamin keselamatan fisik warga netizen.

Dua orang jemaah haji asal Provinsi Riau yang tergabung dalam rombongan Kota Pekanbaru terpaksa harus menunda jadwal kepulangan mereka ke kampung halaman akibat mengalami penurunan kondisi fisik yang drastis sesampainya di tanah air.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Riau, Defizon, mengonfirmasi bahwa seluruh draf manifes rombongan jemaah dan petugas kloter sebenarnya telah mendarat dengan selamat di Indonesia, tanpa ada satu pun jemaah yang tertinggal di Kota Makkah maupun draf pos transit Bandara Jeddah.

Namun, draf pemeriksaan berkala tim dokter di bandara antara memutuskan bahwa kedua warga tempatan tersebut belum mengantongi izin terbang lanjutan menuju Bumi Lancang Kuning demi mengantisipasi risiko klinis yang lebih fatal.

Berdasarkan draf rujukan dari tim medis kedokteran, kedua jemaah haji risti tersebut saat ini sedang mendapatkan perawatan intensif dan rawat inap di Rumah Sakit Awal Bros Botania, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Langkah intervensi medis berupa penundaan kepulangan ini diambil secara kolektif oleh tim kesehatan penerbangan bersama pihak Balai Karantina Kesehatan (BKK) Embarkasi Batam untuk memastikan draf vitalitas organ tubuh jemaah benar-benar berada dalam parameter stabil sebelum diizinkan menumpangi pesawat komersial.

Rombongan besar yang menaungi kedua jemaah tersebut, yakni Kloter BTH 03, secara keseluruhan diperkuat oleh 445 personel yang mencakup draf petugas pemandu serta tim medis pembimbing, dengan komposisi demografis terdiri atas 188 jemaah laki-laki dan 257 jemaah perempuan.

Ketatnya pengawasan siber klinis pada Kloter BTH 03 ini terbilang krusial lantaran draf rekam medis menunjukkan mayoritas rombongan didominasi oleh kelompok rentan.

Tercatat sebanyak 277 jemaah masuk dalam draf kategori risiko tinggi (risti) yang mencakup 122 pria serta 155 wanita lanjut usia, di mana 22 orang di antaranya harus menggunakan fasilitas kursi roda selama pergerakan logistik ibadah.

Kendati diwarnai insiden rawat inap di Batam, Defizon memastikan draf operasional kepulangan massal secara umum berjalan linier dan steril dari kendala teknis.

Gelombang pertama pemulangan jemaah haji Kloter BTH 03 sendiri dilaporkan telah mendarat di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru pada Jumat pagi, 5 Juni 2026, setelah bertolak menggunakan maskapai sewaan dari Bandara Hang Nadim Batam pukul 07.50 WIB dan menyentuh draf landasan pacu Pekanbaru dengan selamat pada pukul 08.45 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *