PEKANBARU, Radarsatu.com — Penguatan pilar akademik di sektor pendidikan tinggi menjadi instrumen krusial dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang adaptif terhadap dinamika industri global dan transformasi digital.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, Parisman Ihwan, bersama Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri, menghadiri secara langsung Rapat Terbuka Senat Universitas Islam Riau (UIR) dalam rangka Pengukuhan Guru Besar.
Agenda sakral akademik yang menandai lompatan mutu riset daerah tersebut dipusatkan di Auditorium Lantai IV Gedung H. Rawi Kunin, Kampus UIR, Kota Pekanbaru, pada Rabu, 3 Juni 2026.
Kehadiran jajaran pimpinan legislator ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap perluasan khazanah ilmu pengetahuan di Bumi Lancang Kuning, sekaligus mempererat sinergisitas antara lembaga pembuat kebijakan (policy maker) dengan institusi menara gading.
Dalam draf prosesi yang berlangsung khidmat tersebut, Universitas Islam Riau resmi menambah dua intelektual baru ke dalam jajaran dewan profesornya.
Penghargaan akademik tertinggi ini disematkan kepada Prof. Dr. Annisa Mardatillah, S.Sos., M.Si., sebagai Guru Besar ke-26 dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) dengan fokus kepakaran Strategi dan Kebijakan Pemasaran Bisnis.
Sementara itu, mimbar akademik juga mengukuhkan Prof. Dr. Arbi Haza Nasution, B.IT (Hons)., M.IT., sebagai Guru Besar ke-27 dari Fakultas Teknik yang membidangi disiplin ilmu masa depan, yakni Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence).
Wakil Ketua DPRD Riau, Parisman Ihwan, melayangkan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut dan menegaskan bahwa lahirnya profesor baru harus menjadi motor penggerak inovasi daerah yang langsung menyentuh draf kebutuhan riil masyarakat dan dunia industri.
Gayung bersambut, Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri, menilai bahwa kepakaran spesifik yang dimiliki oleh kedua profesor baru UIR sangat berkelindan dengan rupa-rupa tantangan tata kelola pemerintahan modern saat ini.
Draf keilmuan pemasaran bisnis diperlukan untuk mendongkrak ekosistem UMKM tempatan, sedangkan riset kecerdasan buatan siber sangat dinanti untuk menyempurnakan program digitalisasi pelayanan publik di jajaran birokrasi daerah.
Jalannya Rapat Terbuka Senat ini dipimpin langsung oleh Rektor UIR, Assoc. Prof. Dr. Admiral, S.H., M.H., serta dikawal oleh jajaran anggota senat universitas dan Ketua Umum Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Riau, H. Zulfikar Achmad, S.H., M.H.
Aura prestisius perhelatan ini kian kental dengan hadirnya barisan tokoh penting dan pejabat teras di Riau. Tampak hadir mewakili Plt. Gubernur Riau yakni Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Erisman Yahya, serta Wali Kota Pekanbaru yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Abdul Jamal.
Panggung kehormatan juga diisi oleh para mantan Gubernur Riau lintas generasi, di antaranya Saleh Djasit dan Edy Afrizal Natar Nasution, yang ikut menyaksikan draf pembacaan sumpah jabatan akademik tersebut.
Melalui momentum pengukuhan di pertengahan tahun 2026 ini, DPRD Riau berharap UIR terus konsisten menjadi inkubator pemikir visioner yang tidak hanya jago di atas kertas riset, namun juga mampu menyumbangkan draf rekomendasi taktis bagi kemajuan pembangunan ekonomi dan teknologi nasional.(Adv)



