Pilih Shalat Iduladha di Desa Limbung, Bupati Lingga Muhammad Nizar Pererat Silaturahmi

Pilih Shalat Iduladha di Desa Limbung, Bupati Lingga Muhammad Nizar Pererat Silaturahmi.F-Istimewa

LINGGA, Radarsatu.com — Ikhtiar dalam merajut tali silaturahmi dan memperkecil jarak birokrasi antara pimpinan daerah dengan masyarakat pulau terluar terus konsisten ditunjukkan oleh jajaran eksekutif di Bunda Tanah Melayu.

Bupati Lingga, Muhammad Nizar, didampingi jajaran keluarga besarnya memilih untuk membaur dan melaksanakan ibadah ibadah Shalat Iduladha 1447 Hijriah bersama warga di Masjid At-Taqwa, Dusun Senempek, Desa Limbung, Kecamatan Lingga Utara, pada Rabu pagi, 27 Mei 2026.

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Lingga ini disambut dengan penuh sukacita dan kehangatan oleh para tokoh agama serta ratusan jamaah setempat yang telah memadati saf-saf dalam masjid sejak fajar menyingsing demi menunaikan ibadah shalat sunnah Iduladha secara berjamaah.

Keputusan Bupati Muhammad Nizar untuk kembali melaksanakan Shalat Ied di luar pusat ibu kota Daik Lingga pada momentum lebaran kurban tahun 2026 ini merupakan representasi dari kebijakan taktis Pemerintah Kabupaten Lingga dalam meratakan atensi sosial ke wilayah-wilayah perdesaan.

Melalui kehadiran fisik secara langsung di tengah pemukiman warga pesisir, manajemen pemkab ingin memastikan bahwa gaung kebersamaan hari besar Islam dapat dirasakan secara merata tanpa adanya sekat geografis.

Usai bersalaman khidmat bermaaf-maafan dengan warga pasca-shalat, suasana keakraban kian kental tecermin saat jajaran bupati larut mengikuti tradisi adat Melayu lokal berupa makan berhidang bersama di selasar masjid sebagai bentuk ekspresi rasa syukur komunal dalam menyambut hari kemenangan.

Sebagai wujud nyata kepedulian sosial terhadap ketahanan pangan warganya, Bupati Muhammad Nizar bersama pihak keluarga turut mendonasikan dan menyalurkan hewan kurban berupa satu ekor sapi jantan yang diperuntukkan khusus bagi masyarakat di Dusun Senempek dan wilayah sekitarnya.

Melalui penyerahan hewan kurban tersebut, pimpinan daerah menyelipkan pesan teologis agar seluruh lapisan masyarakat dapat mengadopsi keteladanan agung, nilai pengorbanan yang tulus, serta keikhlasan tingkat tinggi sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS untuk diaplikasikan dalam memperkuat solidaritas horizontal antar-sesama warga pasca-pandemi.

Seluruh rangkaian prosesi keagamaan yang dipusatkan di Desa Limbung ini dilaporkan berjalan dengan sangat aman, tertib, kondusif, dan kental dengan nuansa kekeluargaan yang religius.

Di penghujung agenda kunjungannya, Bupati Lingga didampingi perangkat desa setempat turut hadir di lapangan terbuka untuk menyaksikan dan memantau langsung jalannya proses eksekusi penyembelihan hingga pemotongan hewan kurban yang dilakukan oleh panitia masjid, di mana antusiasme tinggi warga yang ikut membantu bergotong royong diharapkan mampu memperkokoh fondasi persatuan demi menyongsong percepatan pembangunan Kabupaten Lingga yang madani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *