KARIMUN, Radarsatu.com — Dinamika organisasi paguyuban kedaerahan di Bumi Berazam resmi memasuki babak baru dengan spirit penguatan sektor ekonomi berbasis kekeluargaan.
Seorang pengusaha emas sukses di Tanjungbalai Karimun, Nurhidayat, secara resmi dipercaya untuk menakhodai Himpunan Keluarga Kabupaten Agam (HKKA) Kabupaten Karimun masa bakti 2026–2029.
Pria yang akrab disapa Dayat ini dikenal memiliki komitmen sosial yang tinggi dalam memajukan entitas kemasyarakatan Minangkabau, khususnya warga perantauan yang berasal dari daerah Agam, Bukittinggi, dan Baso.
Prosesi pengukuhan akbar Dayat beserta jajaran pengurus inti HKKA Karimun ini berlangsung khidmat di Gedung Persatuan Keluarga Sumatera Barat (PKSB), Jalan Pendidikan, Bukit Senang, Tanjungbalai Karimun, pada Ahad, 24 Mei 2026.
Di hadapan awak media pasca-pelantikan, Nurhidayat melayangkan ucapan terima kasih mendalam kepada seluruh dunsanak warga perantau asal Agam yang telah menitipkan mandat kepemimpinan kepada dirinya.
Dayat memaparkan bahwa berdasarkan basis data organisasi, total warga keturunan Sumatera Barat yang menetap di Karimun mencapai lebih dari 21.000 jiwa, di mana sekitar 2.000 Kepala Keluarga di antaranya merupakan warga asal Agam yang tersebar di 16 kecamatan.
Potensi demografi yang besar ini ingin dikonversikan oleh Dayat menjadi modal sosial yang kuat untuk membantu program pembangunan daerah, terutama melalui penetrasi penguatan ekonomi mikro dan pembukaan lapangan usaha baru bagi warga perantau yang membutuhkan bimbingan bisnis.
Selama ini, HKKA Karimun telah berjalan konsisten dalam merajut simpul kekeluargaan tradisional, seperti aksi solidaritas sosial saat ada warga yang tertimpa musibah sakit hingga bantuan kepanitiaan dalam pesta perkawinan.
Di bawah kepemimpinan barunya, Dayat berkomitmen melahirkan terobosan mutakhir yang berfokus pada fungsi inkubator bisnis, yakni memetakan peluang usaha komersial, mengarahkan akses permodalan, serta menggelar program pemberdayaan ekonomi kreatif yang menyentuh langsung ke akar rumput.
Langkah mandiri ini diproyeksikan mampu mendongkrak kesejahteraan hidup warga perantau sekaligus menekan angka kemiskinan di Karimun.
Gagasan tersebut mendapat sambutan hangat dari Bupati Karimun, Iskandarsyah, yang hadir langsung menyaksikan pelantikan.
Iskandarsyah mengakui bahwa peran dan kontribusi urang Minang di Kabupaten Karimun sudah sangat mengakar lama, khususnya menjadi motor penggerak stabilitas ekonomi daerah di sektor perdagangan harian dan industri bisnis kemitraan.
Guna mendukung ekosistem usaha tersebut, Pemkab Karimun berjanji akan terus menjaga iklim investasi dan iklim pariwisata yang aman serta nyaman agar para pelancong domestik maupun mancanegara betah berkunjung, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada omset pedagang lokal.
Agenda pelantikan ini ditutup meriah dengan prosesi adat “Makan Bajamba”, sebuah tradisi unik makan bersama di atas dulang dengan hidangan ikonik rendang dan samba lado.



