TPT Riau Turun Jadi 4,09 Persen, Sektor Pertanian Masih Jadi Penopang Utama Tenaga Kerja

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Asep Riyadi.F-Istimewa

PEKANBARU, Radarsatu.com – Kondisi ketenagakerjaan di Provinsi Riau menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau melaporkan jumlah angkatan kerja di Bumi Lancang Kuning mencapai 3,36 juta orang pada Februari 2026, yang dibarengi dengan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, menjelaskan bahwa pertumbuhan angkatan kerja ini turut mendongkrak Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menjadi 66,17 persen, atau naik 1,49 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat

Dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 3,22 juta orang telah terserap di berbagai lapangan pekerjaan. Sektor pertanian masih menjadi motor utama penyerapan tenaga kerja di Riau dengan porsi 33,83 persen, disusul sektor perdagangan sebesar 18,08 persen, dan industri pengolahan 8,11 persen.

“Secara umum, kondisi ini menunjukkan peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, tantangannya adalah struktur ketenagakerjaan kita masih didominasi sektor informal yang mencapai 53,81 persen atau sekitar 1,73 juta orang,” ujar Asep dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

Pengangguran Terbuka Menurun

Kabar baik datang dari angka pengangguran. TPT Riau pada Februari 2026 tercatat di angka 4,09 persen, mengalami penurunan tipis sebesar 0,03 persen poin dibandingkan Februari 2025. Dari sisi komposisi jam kerja, mayoritas pekerja di Riau atau sekitar 62,32 persen merupakan pekerja penuh dengan jam kerja minimal 35 jam per minggu.

Lonjakan Partisipasi Perempuan

Hal menarik terlihat pada dinamika gender dalam dunia kerja. Meski TPAK laki-laki masih mendominasi di angka 84,48 persen, namun terjadi lonjakan signifikan pada partisipasi perempuan yang naik 3,36 persen poin menjadi 47,14 persen. Hal ini menunjukkan keterlibatan perempuan dalam aktivitas ekonomi di Riau semakin kuat.

Tantangan Kualitas Pendidikan Tenaga Kerja

Meski secara kuantitas meningkat, kualitas tenaga kerja di Riau masih memerlukan perhatian serius. BPS mencatat mayoritas penduduk bekerja masih didominasi oleh lulusan SD ke bawah dengan persentase 30,44 persen. Sementara itu, keterlibatan lulusan perguruan tinggi dalam pasar kerja masih relatif kecil.

“Data Sakernas Februari 2026 mencerminkan adanya geliat ekonomi yang positif, namun peningkatan kualitas pendidikan tenaga kerja dan pengurangan dominasi sektor informal tetap menjadi tantangan yang harus diselesaikan ke depan,” pungkas Asep.

Data Poin Strategis (Tabel)

Indikator Ketenagakerjaan Capaian (Februari 2026) Keterangan
Jumlah Angkatan Kerja 3,36 Juta Orang Meningkat dari 2025
Penduduk Bekerja 3,22 Juta Orang Didominasi Pertanian
TPT (Pengangguran) 4,09 % Turun 0,03% poin
TPAK Perempuan 47,14 % Naik 3,36% poin
Pekerja Informal 53,81 % Naik 1,02% poin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *