PEKANBARU, Radarsatu.com – Tim Basarnas Pekanbaru tengah melakukan operasi pencarian intensif terhadap seorang pria yang dilaporkan hilang di perairan Selat Meranti, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Korban diketahui bernama Nasri (32), warga setempat, yang diduga melompat dari atas kapal feri Dumai Line saat sedang berlayar, Sabtu (11/4/2026).
Insiden yang membahayakan nyawa manusia ini terjadi pada sore hari saat kapal sedang menempuh perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Buton menuju Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.
Kronologi Kejadian
Kepala Basarnas Pekanbaru, Budi Cahyadi, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan pertama kali dari Kapten Kapal Dumai Line sekitar pukul 16.30 WIB. Berdasarkan laporan tersebut, seorang penumpang terlihat terjun ke laut di tengah perjalanan.
“Kami menerima informasi adanya orang yang diduga melompat dari Kapal Dumai Line. Kapal tersebut berangkat dari Tanjung Buton dengan tujuan akhir Tanjung Balai Karimun,” jelas Budi, Minggu (12/4/2026).
Pengerahan Tim Rescuer
Merespons laporan tersebut, Basarnas Pekanbaru segera mengerahkan tujuh personel Rescuer dari Unit Siaga SAR Meranti menuju titik koordinat kejadian yang berjarak sekitar 12 Nautical Mile (Nm) dengan heading 111 derajat.
“Tim langsung bergerak menuju lokasi dengan peralatan rescue lengkap. Fokus utama kami adalah melakukan penyisiran di area jatuhnya korban,” tambahnya.
Pencarian Masih Nihil
Setibanya di lokasi, tim langsung memulai pencarian di sekitar perairan Selat Meranti. Namun, hingga Sabtu malam, keberadaan Nasri belum kunjung ditemukan. Mengingat kondisi pencahayaan dan faktor keselamatan, pencarian sempat dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada hari Minggu ini.
“Jika nanti korban berhasil ditemukan, akan segera kami evakuasi ke rumah sakit atau puskesmas terdekat. Kami juga terus mengimbau kepada seluruh masyarakat maupun nelayan yang ikut membantu pencarian agar tetap mengutamakan keselamatan selama di laut,” tutup Budi.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran dengan memperluas radius pencarian di sekitar lokasi jatuhnya korban.



