Mudik Lebaran 2026: Dishub Riau Siagakan 28 Ribu Armada Darat dan 12 Maskapai Penerbangan

Dinas Perhubungan Provinsi Riau mulai mematangkan berbagai persiapan sektor transportasi untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026.F-Istimewa

PEKANBARU – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau mulai mematangkan strategi besar untuk menjamin kelancaran arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026. Puluhan ribu armada transportasi darat, laut, hingga udara telah disiapkan guna melayani lonjakan pergerakan masyarakat di Bumi Lancang Kuning.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Riau, Onki Hertawan, mengungkapkan bahwa fase arus mudik tahun ini diprediksi akan berlangsung lebih awal, yakni mulai 13 hingga 20 Maret 2026. Hal ini dipicu oleh rangkaian libur panjang yang bertepatan dengan momen Hari Raya Nyepi.

“Puncak arus mudik kami perkirakan terjadi pada Selasa malam, 17 Maret, hingga Rabu pagi, 18 Maret 2026. Lonjakan ini berkaitan erat dengan dimulainya cuti bersama dan libur nasional,” ujar Onki saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lancang Kuning di Mapolda Riau, Senin (9/3/2026).

Kesiapan Armada dan Fasilitas Publik

Untuk menampung jutaan pemudik, Dishub Riau telah memobilisasi kekuatan transportasi darat secara masif. Berikut adalah rincian kesiapan armada transportasi Riau 2026:

  • Transportasi Darat: 28.380 armada (Bus, Travel, dan angkutan jalan lainnya).

  • Transportasi Udara: 12 maskapai penerbangan siap beroperasi.

  • Transportasi Laut: 10 kapal laut dan 5 kapal penyeberangan jenis Ro-Ro.

Tak hanya jumlah, aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Onki menegaskan bahwa seluruh angkutan umum wajib menjalani pemeriksaan berkala (ramp check) untuk memastikan kelayakan jalan. Selain itu, fasilitas di terminal, pelabuhan, dan bandara kini tengah diperbaiki, mulai dari kenyamanan ruang tunggu hingga ketersediaan tempat ibadah yang layak.

Pembatasan Truk dan Imbauan Keselamatan

Guna menekan angka kemacetan, pemerintah akan menerapkan pembatasan operasional bagi kendaraan angkutan barang dengan tiga sumbu atau lebih (truk tempel/gandengan) pada periode tertentu di jalur mudik utama.

Sementara itu, untuk arus balik, kepadatan kendaraan diprediksi akan mencapai puncaknya pada 23–24 Maret 2026 saat masyarakat mulai kembali beraktivitas normal.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membawa barang berlebihan dan selalu mematuhi rambu lalu lintas. Pastikan surat kendaraan lengkap dan kondisi fisik prima. Jika lelah, jangan dipaksakan, segera beristirahat di posko yang tersedia karena keselamatan adalah yang utama,” pungkas Onki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *