Saat Pers Turun ke Pantai: Aksi KJK Merawat Pesisir Batam di Momentum HPN 2026

Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) menggelar aksi sosial bertajuk "Bersih Pantai" di kawasan Pantai Lagorap, Batu Besar, Kecamatan Nongsa, pada Minggu (18/1/2026) pagi.F-Humas KJK

Pagi itu, Minggu (18/1/2026), Pantai Lagorap di Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Batam, tak sekadar menjadi bentang laut dan pasir. Di sepanjang garis pantai, puluhan orang bergerak beriringan, memungut sampah plastik, sisa limbah rumah tangga, hingga berbagai jenis kotoran yang terseret ombak. Di antara mereka, tampak para jurnalis yang untuk sesaat menanggalkan kamera dan buku catatan, lalu menggantinya dengan sarung tangan dan karung sampah.

Aksi bersih pantai ini digelar oleh Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) bersama Pemerintah Kota Batam dan sejumlah mitra strategis, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, aksi ini menjadi simbol keterlibatan langsung insan pers dalam menjaga lingkungan pesisir.

Kegiatan tersebut melibatkan banyak pihak lintas sektor. Selain Pemko Batam, turut ambil bagian PLN Batam, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri, dan PGN Area Batam. Dukungan juga datang dari sektor swasta dan komunitas, seperti Harris Batam Center, Harris Marina, Harris Resort Barelang, Komunitas Batam Folding Bike, komunitas pengemudi ojek online, hingga masyarakat setempat. Tak ketinggalan, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kecamatan Nongsa turut hadir memperkuat kebersamaan.

Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) menggelar aksi sosial bertajuk “Bersih Pantai” di kawasan Pantai Lagorap, Batu Besar, Kecamatan Nongsa, pada Minggu (18/1/2026) pagi.F-Humas KJK

Sejak matahari belum terlalu tinggi, para peserta menyisir kawasan pantai. Suasana gotong royong terasa kuat. Tak ada sekat jabatan, profesi, atau latar belakang. Semua larut dalam satu tujuan: merawat pesisir agar tetap bersih dan lestari.

Ketua Umum Komunitas Jurnalis Kepri, Ady Indra Pawennari, menegaskan bahwa peringatan HPN 2026 menjadi momentum refleksi bagi insan pers. Menurutnya, pers tidak cukup hanya hadir sebagai penyampai informasi, tetapi juga harus mengambil peran sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

“Kegiatan bersih pantai ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Ini wujud kepedulian bersama terhadap lingkungan. Persoalan lingkungan adalah tanggung jawab kolektif—pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan tentu saja insan pers,” ujar Ady dalam sambutannya.

Ia menambahkan, jurnalis memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran publik. Melalui pemberitaan yang edukatif dan konstruktif, media dapat memengaruhi cara pandang serta perilaku masyarakat terhadap isu lingkungan.

“Kita tidak hanya menulis peristiwa, tetapi juga mengedukasi dan mendorong perubahan. Hari ini, jurnalis turun langsung memberi contoh,” katanya.

Ady juga mengungkapkan bahwa Komunitas Jurnalis Kepri merupakan organisasi yang relatif muda. Dideklarasikan pada 11 November 2025 di Tanjungpinang, KJK baru berusia 68 hari. Namun, usia muda itu tidak menghalangi komitmen mereka untuk berkontribusi nyata bagi daerah.

“Meski seumur jagung, kami ingin KJK hadir memberi manfaat. Tidak hanya lewat karya jurnalistik, tetapi juga lewat aksi sosial dan lingkungan,” ujarnya.

Melalui momentum HPN 2026, KJK mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Menurut Ady, upaya pelestarian lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak berhenti pada satu kegiatan semata.

Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) menggelar aksi sosial bertajuk “Bersih Pantai” di kawasan Pantai Lagorap, Batu Besar, Kecamatan Nongsa, pada Minggu (18/1/2026) pagi.F-Humas KJK

“Kami percaya, dengan sinergi dan kebersamaan, persoalan lingkungan bisa dihadapi bersama. Pantai yang bersih adalah warisan berharga bagi generasi mendatang,” tuturnya.

Apresiasi datang dari Pemerintah Kota Batam. Wali Kota Batam Amsakar Achmad, yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam Rudi Panjaitan, menyampaikan penghargaan atas inisiatif KJK.

“Salam dari Bapak Wali Kota Batam kepada seluruh insan media di Komunitas Jurnalis Kepri. Meski belum genap 70 hari, KJK sudah menunjukkan kiprah nyata di tengah masyarakat,” kata Rudi.

Ia menegaskan, Pemko Batam sangat terbuka untuk bersinergi dengan insan pers dan berbagai komunitas dalam membangun Batam dan Kepulauan Riau. Pers, menurutnya, merupakan mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi, edukasi publik, sekaligus mengawal pembangunan.

“Teruslah berkarya dengan karya-karya jurnalistik yang membangun dan bermanfaat. Pemerintah Kota Batam siap berkolaborasi dalam berbagai program ke depan,” ujarnya.

Rudi juga mengajak masyarakat menjadikan kegiatan bersih pantai sebagai budaya bersama, bukan sekadar agenda insidental. Kesadaran kolektif, kata dia, adalah kunci utama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Aksi bersih pantai ini ditutup dengan pengumpulan dan pemilahan sampah, yang selanjutnya diserahkan kepada pihak terkait untuk ditangani. Lebih dari sekadar tumpukan sampah yang terangkat, kegiatan ini meninggalkan pesan kuat tentang kolaborasi dan tanggung jawab bersama.

Tak berhenti di Pantai Lagorap, rangkaian HPN 2026 yang digagas KJK juga mencakup berbagai kegiatan sosial lainnya, seperti donor darah pada 31 Januari 2026, turnamen domino antarwartawan di Tanjungpinang pada 7 Februari 2026, serta penanaman 5.000 bibit mangrove pada 8 Februari 2026.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Komunitas Jurnalis Kepri menegaskan bahwa pers bukan hanya hadir melalui berita, tetapi juga melalui aksi nyata—merawat lingkungan, memperkuat solidaritas, dan menanam harapan bagi masa depan pesisir Kepulauan Riau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *