Satu ABK KLM Green 6 Bermuatan Semen yang Tenggelam di Perairan Pulau Moro Masih Dicari

Sejumlah ABK KLM Green 6 yang berhasil dievakuasi tim SAR gabungan.F-Nov/ Radarsatu.com

KARIMUN, Radarsatu.com – Kecelakaan laut kembali terjadi di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau pada, Sabtu (25/10/2025).

Peristiwa sekitar pukul 09.30 WIB itu terjadi di perairan Pulau Moro, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Satu kapal motor bermuatan semen bernama KLM Green 6 dilaporkan tenggelam di perairan tersebut.

Dalam kapal tersebut juga ada sebanyak 6 orang, yakni Baharudin (50) merupakan nahkoda, dan lima orang ABK atas nama Edi Gusyadi (47), Hasian (21), Akuang dan Andika (18).

Namun ABK atas nama Andika dinyatakan hilang dalam insiden itu. Saat ini proses pencariannya masih dilakukan.

Untuk dugaan sementara, tenggelamnya
kapal membawa sekitar 3.900 sak semen atau setara dengan 195 ton tersebut disebabkan cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Kapal kehilangan kendali hingga menabrak karang. Benturan keras membuat bagian lambung kapal mengalami kerusakan parah.

Kejadian tenggelamnya KLM Green 6 GT 98 , dilaporkan oleh Kepala Desa Pulau Moro, Johan.

Berdasarkan keterangan dari awak kapal yang selamat, kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Kabil, Batam, pada Jumat (24/10/2025) sekitar pukul 12.00 WIB, dengan tujuan akhir Desa Alai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Karimun.

Namun, dalam perjalanannya terganggu akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi pada malam harinya, sekitar pukul 21.00 WIB.

Melihat cuaca kurang bersahabat, nahkoda kapal memutuskan untuk berlindung sementara di perairan Pulau Belukar, Desa Pauh.

Pada Sabtu (25/10/2025) sekitar pukul 04.00 WIB setelah kondisi membaik, kapal kembali berlayar.

Namun, saat melintas di perairan Desa Pulau Moro, kapal diduga menabrak terumbu karang, yang menyebabkan lambung kapal bocor. Air laut dengan cepat masuk ke ruang mesin dan ruang muat.

Sekitar pukul 09.30 WIB, kapal akhirnya tenggelam sepenuhnya. Sebagian besar awak kapal berhasil menyelamatkan diri.

“Kejadiannya benar. Yang telah berhasil dievakuasi 4 dari 5 orang yang kabarnya berada di kapal. Satu lagi atas nama Andika masih dinyatakan hilanh dan masih dalam pencarian,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Fazzli.

Tim SAR gabungan dan warga setempat masih melakukan pencarian terhadap korban hilang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *