Soal Aksi Besok, Mantan Aktivis Minta Perpat Batam Menahan Diri

BATAM, RADARSATU.com – – Rencana aksi demonstrasi yang ingin dilakukan organisasi DPD Perpat Batam kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad, di Gedung Graha Kepri, Batam mendapat sorotan dan kecaman dari sejumlah organisasi daerah itu.

Salah satu Pendiri Forum Komunikasi Alumni Mahasiswa Pejuang Provinsi Kepri (FK-AMP2KR) dan Tokoh muda Provinsi Kepri Julyanta Mitra turut angkat suara.

Menurut Julyanta Mitra, rencana aksi yang ingin dilakukan Perpat Batam sangatlah tidak tepat waktunya. Saat ini, Gubernur Kepri Ansar Ahmad tengah fokus pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi COVID-19 yang menrongrong semua sektor.

Pria yang kerap disapa Bung Anta ini meminta kepada seluruh lapisan masyarakat Kepri agar mendukung langkah-langkah Gubernur Ansar dalam mendongkrak ekonomi Kepri.

“Ansar telah membuktikan sebelum 100 hari kerja ia menjabat sebagai Gubernur Kepri, telah menghadirkan 6 Menteri Kabinet Indonesia Maju ke Kepri. Artinya, Ansar telah serius ingin menata ekonomi Kepri agar meningkat, jadi jangan menggangu konsentrasi beliau dulu,” kata Bung Anta dalam perbincangannya, Minggu (11/04/2021).

Baca Juga :  Tahun Depan, BWS Sumatera IV Bangun Irigasi di Panggak Darat Lingga

Menurut Bung Anta, gabungan partai politik pengusung harusnya angkat bicara dan mendiskusikan persoalan yang terjadi seperti Perpat Batam.

Berbicara tentang pergantian pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) esellon II, III dan IV, Bung Anta menyarankan agar dapat ditahan terlebih dulu. Masih ada hal yang lebih utama yang dikerjakan Gubernur Kepri.

“Biarkan Gubernur Kepri mengutamakan mewujudkan visi-misinya dulu termasuk pengentasan kemiskinan di Kepri,” ujarnya.

Mantan Aktivis ini juga mewanti-wanti bilamana ada oknum yang bermain api di tengah semangatnya Gubernur Kepri dalam pembangunan daerah dan pengentasan kemiskinan.

Baca Juga :  Lanal TBK Gelar Doa bersama Untuk Keselamatan KRI Nanggala - 402 Beserta Seluruh Kru

“Gerakan ini pasti ada aktor intelektualnya, kami ingatkan kepala OPD sekarang jangan pernah terkontaminasi dengan politik demi ambisi kekuasaan, gubernur pasti pandai menilai OPD yang mampu bekerja,” cetus Anta.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Ansar-Marlin pada Pilkada 2020, Ade Angga belum menjawab konfirmasi soal Perpat Batam akan melakukan aksi terkait belum tunainya janji politik Ansar saat Pilkada 2020 silam.

Diketahui, dalam surat pemberitahuan aksi unjuk rasa yang dibuat Perpat Batam kepada Kapolresta Barelang, Cq. Kasat intelkam, tanggal 09 April 2021 memberitahukan akan melakukan aksi unjuk rasa di Graha Kepri, Batam pada Senin (12/04) besok pada pukul 10.00wib – 11.00 wib dengan jumlah massa kurang lebih 100 orang.

Adapun pertimbangan Perpat Batam dalam melakukan unjuk rasanya antara lain menyebutkan tidak terealisasinya komitmen awal saat Pilkada 2020 dengan Gubernur Ansar dan Wakil Gubernur Marlin dimana, dalam komitmen tersebut ada perjanjian tertulis yang disepakati bersama. Bila Ansar-Marlin menang Pilkada 2020 maka, jabatan Sekda dan 3 Kadis direkomendasikan (diberikan) ke Ibu Marlin. Namun saat ini, Gubernur Ansar tidak mau menunaikan komitmen tersebut.

Baca Juga :  Jelang Pilkada, Pemko Tanjungpinang Terima 10 Ribu Masker dari Lembaga Penelitian Asal China

Surat yang ditandatangani Ketua DPD Perpat Batam Ismail Syah Alam, Sekjen DPD Perpat Batam, dan Dewan Pendiri Perpat Batam Saparudin Muda itu juga mengancam akan terus mengawal hal ini dan akan terus melaksanakan aksi demo yang berkelanjutan hingga Gubernur Ansar menunaikan komitmen yang dimaksud.

Terkait surat tersebut dan tanggapan sejumlah ormas, Dewan Pendiri Perpat Batam, Saparudin Muda belum menjawab konfirmasi radarsatu.com.

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.