Sebagian Berkas Sudah Dikantongi Jaksa, Jenis Dokumen yang Hilang di BUMD Belum Diketahui

TANJUNGPINANG, RADARSATU.com – Kejaksaan Negeri Kota Tanjungpinang angkat bicara ihwal 2 unit laptop milik BUMD yang raib digondol maling.

Kepala Seksi Intel (Kasi Intel) Kejari Tanjungpinang, Bambang Heri Purwanto mengaku masih menunggu hasil penyelidikan dari Kepolisian terkait jenis dokumen yang hilang.

“Belum tahu kita, biar polres yang menentukan apa saja yang hilang,” katanya, Selasa (2/2).

Ia juga menuturkan, pihaknya telah mengamankan sebagian barang bukti terkait kasus gratifikasi, penyalahgunaan pengelolaan piutang usaha dan non usaha pada PT. TMB Tanjungpinang.

“Sebagian data yang berkaitan dengan gratifikasi itu,” ujarnya

Ia juga memastikan, pihaknya akan tetap melanjutkan kegiatan penyelidikan terkait kasus yang diduga merugikan negara.

Selain itu, kejaksaan masih melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pihak. Tercatat, hingga saat ini jaksa telah memanggil 10 orang untuk dimintai keterangan.

“Terkait kegiatan penyelidikan yang kita lakukan terhadap adanya dugaan penyalahgunaan pengelolaan keuangan Piutang Usaha dan Piutang non usaha di BUMD PT.TMB tetap terus berjalan. Sampai saat ini yg sudah kita lakukan permintaan keterangan lebih dari 10 orang,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada Selasa (2/2) pagi tadi diketahui bahwa kantor BUMD disantroni maling.

Diduga maling tersebut masuk melalui jendela depan lantai 2 kantor BUMD dan membobol ruangan Direktur Utama yang berada di lantai 3.

Selain ruangan Dirut, Maling juga membobol ruang pelayanan dan bagian keuangan yang berada di lantai 1.

Dari lantai 1, maling menggasak 2 unit laptop yang digunakan oleh kepala divisi keuangan dan staff keuangan untuk menginput laporan data keuangan.

“Lalu lantai 1 di bagian pelayanan jebol, bagian keuangan jebol. 2 unit laptop hilang,” kata Sopian, Kepala Humas BUMD Tanjungpinang, Selasa (2/2) pagi.

Menurut Sopian, hilangnya 2 unit laptop bagian keuangan itu sangat merugikan perusahaan karena memuat data perusahaan.

“Laptop perusahaan yang memuat data perusahaan, uang tidak ada yang hilang karena berangkas tidak bisa dibobol,” tuturnya.

(Nuel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *