KARIMUN, Radarsatu.com — Berakhirnya fase operasional pemulangan tamu Allah ke tanah air menjadi momen penuh haru dan rasa syukur mendalam bagi segenap jajaran pemerintah daerah serta pihak keluarga yang telah lama menanti.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun, Djunaidy, menyampaikan rasa syukur yang tidak terhingga atas kepulangan seluruh Jemaah Haji Kabupaten Karimun Tahun 2026 yang berhasil kembali ke bumi pertiwi dalam kondisi fisik yang sehat walafiat serta komposisi formasi yang utuh.
Mewakili Bupati dan Wakil Bupati Karimun yang berhalangan hadir di lokasi, Djunaidy memimpin langsung upacara seremoni penyambutan resmi yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Karimun berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karimun pada Rabu, 3 Juni 2026.
Berdasarkan laporan manifes akhir dari staf Kemenag, seluruh jemaah yang diberangkatkan pada musim haji tahun ini berhasil merampungkan rukun Islam kelima selama 42 hari di Tanah Suci Makkah dan Madinah tanpa kekurangan satu orang pun.
Kelancaran proses kepulangan total 120 jemaah haji ini dinilai sebagai berkah besar yang tidak terlepas dari solidnya sinergi multisektor yang terjalin sejak fase pemberangkatan di asrama haji hingga ketibaan di pelabuhan domestik.
Atas nama manajemen Pemkab Karimun, Djunaidy melayangkan apresiasi tinggi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kemenag, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), para petugas kloter, tim dokter, tenaga kesehatan, serta segenap elemen masyarakat yang konsisten mengawal dan mendoakan keselamatan para jemaah.
Merujuk pada rincian data pergerakan pemulangan di lapangan, dari keseluruhan 120 jemaah tersebut, sebanyak 42 jemaah langsung bertolak kembali menuju Pulau Kundur, satu jemaah diarahkan ke Moro via Batam, tiga jemaah memilih transit sementara di Batam untuk dijemput mandiri oleh sirkel keluarga, dan 74 jemaah mengikuti seluruh rangkaian prosesi penyambutan utama di Pulau Karimun Besar.
Lebih lanjut, otoritas eksekutif daerah menaruh harapan besar agar nilai-nilai spiritualitas, kesabaran, keikhlasan, serta kepedulian sosial yang ditempa selama di Tanah Suci dapat diimplementasikan secara konkret oleh para jemaah dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Predikat haji mabrur yang disandang diharapkan mampu mentransformasikan para jemaah menjadi figur teladan sekaligus agen perubahan positif di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Di sela-sela momentum lepas rindu bersama sanak saudara tersebut, Pemkab Karimun juga menyelipkan permohonan doa dari para jemaah yang baru tiba agar Kabupaten Karimun senantiasa dilimpahi keberkahan, dijauhkan dari segala marabahaya, serta diberikan kemajuan pembangunan dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh warga di perbatasan Kepri pada pertengahan tahun 2026 ini.(Adv)



