Sambut Iduladha, Kolaborasi Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang Gelar GPM di Tanjung Unggat

Pemerintah Provinsi Kepri bersinergi dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang menggelar program Gerakan Pangan Murah (GPM) terpadu di Lapangan Kampung KB, Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari, pada Senin, 25 Mei 2026.F-Diskominfo Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, Radarsatu.com — Intervensi pasar guna menjaga stabilitas daya beli masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional terus digalakkan secara masif di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau.

Pemerintah Provinsi Kepri bersinergi dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang menggelar program Gerakan Pangan Murah (GPM) terpadu di Lapangan Kampung KB, Kelurahan Tanjung Unggat, Kecamatan Bukit Bestari, pada Senin, 25 Mei 2026.

Langkah taktis ini diambil sebagai respons cepat pemerintah daerah dalam memfasilitasi kebutuhan logistik warga untuk mendapatkan aneka bahan pangan strategis dengan harga yang jauh lebih miring dan ekonomis dibandingkan dengan banderol di pasar tradisional maupun pasar modern menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriah.

Dalam bursa pasar murah tersebut, panitia menyediakan berbagai komoditas dapur yang menjadi kebutuhan primer rumah tangga.

Mulai dari beras kualitas medium dan premium, minyak goreng subsidi, telur ayam ras, daging ayam segar, daging sapi beku, aneka sayur-mayur, cabai merah, bawang merah, bawang putih, hingga berbagai produk makanan olahan hasil industri rumah tangga.

Kehadiran GPM ini langsung diserbu oleh ratusan emak-emak setempat, salah satunya Emi, warga Tanjung Unggat, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya selisih harga berkisar antara Rp3.000 hingga Rp6.000 per komoditas, seperti komoditas telur yang biasanya ditebus Rp58 ribu per papan di pasar umum, kini didapatkan hanya seharga Rp52 ribu saja.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang, Robert Lukman, mengutarakan bahwa fluktuasi harga sejumlah kebutuhan pokok belakangan ini dipicu oleh berbagai faktor makro, termasuk tingginya biaya transportasi logistik.

Melalui kolaborasi GPM ini, pemerintah hadir secara konkret untuk meredam kepanikan pasar (panic buying) serta memberikan proteksi khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Hal yang menarik, agenda ini tidak hanya mengandalkan pasokan dari gudang distributor besar, melainkan turut melibatkan langsung kelompok tani lokal dan para pelaku UMKM binaan daerah guna memotong rantai distribusi agar harga jual ke tangan konsumen akhir menjadi lebih murah.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKPPKH) Provinsi Kepri, Mohd Riza Pahlevi, menjabarkan bahwa aksi sosial di Kelurahan Tanjung Unggat ini merupakan pelaksanaan GPM putaran kedelapan yang sukses diarsiteki oleh Pemprov Kepri selama musim libur hari raya kurban.

Sinergitas yang kuat antara pemerintah provinsi, jajaran Pemko Tanjungpinang, asosiasi distributor, serta vendor pangan swasta diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan daerah, menekan laju pertumbuhan angka inflasi kota, sekaligus menghadirkan pemerataan kesejahteraan sosial bagi masyarakat di wilayah pesisir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *