PEKANBARU, Radarsatu.com — Kepastian mengenai hak-hak jemaah haji yang mengalami musibah sebelum bertolak ke Tanah Suci kini ditegaskan oleh otoritas keagamaan.
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau memastikan bahwa seluruh biaya pemulangan jenazah calon jemaah haji asal Provinsi Riau yang meninggal dunia di Embarkasi Batam sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak maskapai penerbangan.
Kebijakan ini dijalankan sebagai bentuk komitmen pelayanan dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, sehingga pihak keluarga tidak perlu mengkhawatirkan beban biaya transportasi udara untuk membawa pulang almarhum atau almarhumah ke kampung halaman.
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Riau, Defizon, menjelaskan bahwa penanganan medis hingga proses pemulasaraan bagi calon jemaah haji yang wafat sebelum keberangkatan ke Arab Saudi selalu dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Petugas embarkasi langsung bersinergi aktif dengan pihak manajemen rumah sakit, maskapai penerbangan, serta pihak keluarga jemaah untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar.
Hingga memasuki pekan ketiga Mei 2026 ini, tercatat sudah ada dua calon jemaah haji asal Bumi Lancang Kuning yang gagal berangkat dan harus dipulangkan dalam kondisi meninggal dunia, di mana semua beban biaya pengantaran jenazah tersebut dicover utuh oleh maskapai penyedia layanan penerbangan haji.
Berdasarkan data resmi dari sistem informasi haji, kedua jemaah yang berpulang tersebut berasal dari Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, dan keduanya telah dievakuasi pulang menggunakan layanan penerbangan domestik Lion Air.
Jemaah pertama atas nama Mery Aganmar (54), warga asal Pekanbaru, dilaporkan mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis, 21 Mei 2026, pukul 06.41 WIB.
Sementara jemaah kedua, yakni Azhari Hasan Ahmad, warga asal Kabupaten Kampar yang sedianya tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 05, dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Awal Bros Botania Batam pada Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 03.47 WIB.
Atas terjadinya musibah di tengah musim haji ini, Defizon mewakili institusi Kementerian Agama Riau menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam serta mendoakan agar para jemaah yang wafat mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Ia juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada otoritas Bandara, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam, tim medis Rumah Sakit, serta pihak maskapai yang telah memperlihatkan kerja sama luar biasa dalam memberikan pelayanan yang cepat dan humanis di saat situasi duka melanda para tamu Allah tersebut.



