Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, Pemkab Kampar Dorong Revitalisasi Embung Stanum ke Pusat

Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, Pemkab Kampar Dorong Revitalisasi Embung Stanum ke Pusat.F-Istimewa

BANGKINANG, Radarsatu.com – Kerusakan kawasan konservasi Embung Stanum di Kabupaten Kampar kini menjadi atensi serius pemerintah daerah. Tak sekadar menjaga ekosistem, embung ini dinilai memiliki peran krusial dalam mitigasi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta pemenuhan cadangan air saat musim kemarau melanda.

Guna menyelamatkan fungsi lingkungan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar secara intensif mendorong percepatan revitalisasi kawasan Embung Stanum melalui koordinasi langsung dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta.

Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, menegaskan bahwa perbaikan Embung Stanum sudah masuk dalam kategori mendesak. Menurutnya, revitalisasi ini berkaitan erat dengan ketahanan lingkungan dan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman bencana tahunan.

“Kawasan konservasi Stanum memiliki peranan yang sangat strategis sebagai penyangga lingkungan serta sumber cadangan air bagi wilayah sekitarnya. Hal ini berdampak langsung terhadap kesiapsiagaan kita menghadapi Karhutla,” ujar Ahmad Yuzar, Kamis (14/5/2026).

Sumber Air Vital untuk Operasional Damkar

Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Kampar, Yuricho Efril, menambahkan bahwa keberadaan embung yang berfungsi optimal akan sangat membantu mobilitas petugas di lapangan. Selama ini, embung menjadi titik pasokan air utama saat terjadi kebakaran besar, baik di lahan maupun kawasan permukiman.

“Keberadaan embung memiliki fungsi vital dalam mendukung operasional pemadaman, terutama sebagai sumber air strategis. Jika revitalisasi ini terwujud, kecepatan respon penanganan bencana di Kampar akan meningkat signifikan,” jelas Yuricho.

Rencana Pusat Terpadu Penanggulangan Bencana

Lebih jauh, Pemkab Kampar memiliki visi untuk mengembangkan kawasan Stanum menjadi pusat terpadu penanggulangan bencana kebakaran maupun non-kebakaran. Langkah ini diharapkan menjadi model penanganan bencana yang terintegrasi di Provinsi Riau.

“Kami bangga bisa berkontribusi dalam upaya konservasi Embung Stanum. Harapannya, kawasan ini nantinya tidak hanya menjadi waduk air, tetapi juga menjadi center terpadu penanggulangan bencana yang bisa dibanggakan Kampar,” pungkas Yuricho.

Dengan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, revitalisasi ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi ekologis Stanum sekaligus menjamin ketersediaan air bagi masyarakat Kampar di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *