BINTAN, Radarsatu.com – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengukuhkan posisinya sebagai pionir sektor peternakan nasional. Saat ini, Kepri menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang berhasil menembus pasar Singapura melalui ekspor ayam hidup (live bird), membuktikan kualitas komoditas lokal mampu memenuhi standar kesehatan internasional yang sangat ketat.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, secara langsung melepas pengiriman ekspor tersebut yang diproduksi melalui fasilitas peternakan modern PT Ciomas Adisatwa dan PT Indojaya Agrinusa (Japfa Group) di Kabupaten Bintan.
Standar Internasional dan Biosecurity Ketat
Keberhasilan menembus pasar Singapura bukan perkara mudah. Ayam hidup asal Kepri harus melalui sistem pemeliharaan modern dengan penerapan biosecurity yang sangat ketat serta pengawasan kesehatan hewan yang berkelanjutan.
Hingga saat ini, total ekspor ayam hidup dari Kepri telah mencapai lebih dari 334.568 ekor. Angka ini diprediksi akan terus meningkat seiring dengan tingginya permintaan dan stabilitas kualitas produksi di lapangan.
“Capaian ini adalah kebanggaan bagi masyarakat Kepri. Ini membuktikan bahwa peternakan kita tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga kompetitif di pasar global dengan standar kesehatan tinggi,” ujar Ansar Ahmad, Kamis (7/5/2026).
Sinergi Penguat Ekonomi Perbatasan
Gubernur Ansar menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, tenaga medis hewan, dan para peternak. Pemprov Kepri melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan terus melakukan pembinaan mulai dari manajemen kandang hingga proses distribusi jalur laut.
“Kami akan terus mendukung pengembangan investasi peternakan modern. Sektor ini menjadi pilar penting bagi penguatan ekonomi daerah serta ketahanan pangan nasional dari wilayah perbatasan,” tambah Ansar.
Transformasi Sektor Unggas
Kawasan peternakan di Kabupaten Bintan kini menjadi potret transformasi industri unggas di Indonesia. Dengan deretan kandang modern yang terintegrasi, Kepri berhasil mengubah wajah sektor peternakan menjadi industri berorientasi ekspor yang membawa nama Indonesia ke tingkat global.
Langkah ini diharapkan menjadi magnet investasi baru di Kepulauan Riau, sekaligus mempertegas fungsi strategis Kepri sebagai gerbang ekspor nasional di kawasan regional.



