PEKANBARU, Radarsatu.com – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, memberikan apresiasi tinggi terhadap peluncuran buku autobiografi Brigjen TNI (Purn) H. Saleh Djasit, SH yang berjudul Jalan Hidup Anak Pujud.
Dalam acara yang digelar di Balai Rung Tenas Effendy, Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) pada Rabu (15/4/2026), Syahrial menyebut karya ini sebagai referensi krusial bagi siapa pun yang ingin memahami dinamika kepemimpinan serta sejarah pembangunan di Bumi Lancang Kuning.
Mewakili Plt Gubernur Riau, Syahrial Abdi menjelaskan bahwa buku tersebut bukan sekadar memoar perjalanan hidup pribadi, melainkan rekaman berharga mengenai transisi kepemimpinan Riau di masa awal reformasi.
Menurutnya, sosok Saleh Djasit adalah teladan nyata tentang bagaimana seorang pemimpin mampu menjaga stabilitas dan melakukan konsolidasi kelembagaan di tengah situasi politik yang penuh tantangan. Kepemimpinan beliau dianggap berhasil meletakkan dasar-dasar otonomi daerah, termasuk dalam merespons tuntutan pemekaran sejumlah kabupaten dan kota di Riau.
Salah satu poin penting yang disoroti Syahrial adalah gagasan besar “Visi Riau 2020”. Visi tersebut dinilai sebagai fondasi strategis yang menempatkan adat dan kebudayaan Melayu sebagai pusat peradaban di Asia Tenggara.
Sebagai mantan anak buah langsung Saleh Djasit, Syahrial mengenang gaya kepemimpinan sang jenderal yang sangat disiplin, terukur, dan memiliki prinsip kuat. Ia menyebut Saleh Djasit sebagai pemimpin yang lebih banyak mendengar daripada berbicara, namun hasil kerjanya sangat nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri H.R. Marjohan Yusuf, menilai buku ini memiliki nilai historis yang besar bagi daerah.
Kejujuran dalam penulisan buku ini dianggap sebagai pelajaran moral bagi generasi penerus agar tetap menjaga nilai-nilai luhur Melayu dalam setiap sendi kehidupan dan pemerintahan. Baginya, catatan hidup Saleh Djasit merupakan cerminan dari semangat pengabdian tanpa batas untuk kemajuan Provinsi Riau.
Acara peluncuran buku ini juga dimeriahkan dengan sesi “Sambung Rasa” atau diskusi bedah buku yang menghadirkan sejumlah akademisi sebagai panelis. Para panelis mengupas tuntas berbagai perspektif mengenai kebijakan pembangunan dan nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam buku tersebut.
Diskusi mengalir hangat, memberikan pemahaman lebih dalam bagi para hadirin mengenai pentingnya kesinambungan kebijakan antara kepemimpinan masa lalu dengan visi masa depan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan makan siang dengan suasana kekeluargaan yang kental diiringi alunan musik Melayu. Melalui peluncuran buku ini, Pemerintah Provinsi Riau berharap nilai-nilai integritas dan disiplin yang dijalankan Saleh Djasit dapat terus diwariskan kepada para pemimpin muda dalam merumuskan kebijakan yang relevan bagi kesejahteraan masyarakat Riau.



