Halal Bihalal LAM Tanjungpinang: Perkuat Marwah Melayu dan Sinergi Membangun Daerah

Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang menggelar kegiatan Halal Bihalal Idulfitri 1447 Hijriah di Balairung LAM Kepri Kota Tanjungpinang, Jumat (10/4/2026).F-Diskominfo Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau Kota Tanjungpinang menggelar kegiatan Halal Bihalal Idulfitri 1447 Hijriah dalam suasana penuh kekeluargaan di Balairung LAM Kepri Kota Tanjungpinang, Jumat (10/4/2026).

Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi akbar yang mempertemukan berbagai elemen bangsa, mulai dari tokoh agama, budayawan, hingga paguyuban, demi satu tujuan: memperkokoh persatuan dan menjaga kelestarian budaya Melayu di tanah Bunda Tanah Melayu.

LAM Sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, M. Nazri, menyampaikan apresiasi mendalam atas peran LAM selama ini. Menurutnya, pemerintah dan LAM adalah dua pilar yang harus terus bersinergi dalam membangun daerah.

“Pemerintah Kota Tanjungpinang memandang LAM sebagai mitra strategis. Sinergi ini akan terus kita perkuat, terutama dalam mempromosikan budaya Melayu sebagai jati diri daerah yang harus kita banggakan,” ujar Nazri dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi yang apik antara Pemko dan LAM menjadi modal penting dalam pembangunan daerah, khususnya yang berbasis pada nilai-nilai kearifan lokal.

Menjaga Marwah Adat dan Pesan Presiden

Ketua Umum LAM Kepri Kota Tanjungpinang, Dr. Drs. H. Juramadi Esram, SH, MT, MH, menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar seremoni tahunan. Baginya, momen ini adalah ruang untuk memperkuat komitmen menjaga marwah adat Melayu.

“Halal Bihalal ini adalah momentum untuk saling memaafkan dan mempererat ukhuwah. Selain itu, semangat gotong royong yang menjadi bagian kearifan lokal kita sangat sejalan dengan arahan Bapak Presiden untuk memperkuat solidaritas sosial dalam menghadapi tantangan pembangunan,” ungkap Juramadi.

Tausiyah: Membersihkan Hati, Memperkokoh Sosial

Suasana khidmat semakin terasa saat anggota Komisi Fatwa MUI Provinsi Kepri, KH. Zubad Akhadi Muttaqien, menyampaikan tausiyah. Ia menekankan bahwa esensi dari saling memaafkan adalah menciptakan hubungan masyarakat yang harmonis dan penuh berkah.

“Ketika kita mampu saling memaafkan, lahir kekuatan sosial yang kokoh. Dari situlah muncul kebersamaan dan kepedulian yang menjadi fondasi gotong royong,” pesan KH. Zubad.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan LAM Provinsi Kepri, LAM Kabupaten Bintan, STAIN Sultan Abdurrahman, Baznas, serta jajaran Panglima Hulubalang. Acara ditutup dengan ramah tamah yang memperlihatkan keakraban antar-tokoh dan masyarakat, simbol bahwa budaya Melayu tetap lestari sebagai pemersatu di Kota Tanjungpinang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *