BATAM, Radarsatu.com – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Batam Tahun 2027. Acara yang menjadi kompas pembangunan Batam ini digelar di Ballroom Grand Mercure Hotel, Kamis (5/3/2026).
Mengusung tema “Pemantapan Kemandirian Masyarakat dan Keadilan Pembangunan”, pembukaan ini ditandai dengan kehadiran tokoh-tokoh kunci, termasuk Anggota DPD RI Ismeth Abdullah dan Dwi Ajeng Sekar Respati, Wali Kota Batam Amsakar Achmad, serta Ketua DPRD Batam Muhammad Kamaluddin.
Batam Sebagai Benteng Ekonomi di Tengah Dinamika Global
Dalam pidato pembukaannya, Wagub Nyanyang menggarisbawahi bahwa Batam harus bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan industri yang memiliki nilai tambah tinggi. Hal ini krusial mengingat dinamika global seperti ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan perubahan iklim yang mulai berdampak pada rantai pasok energi serta kerentanan wilayah pesisir.
“Dinamika global dan volatilitas ekspor menuntut dunia usaha di kawasan Batam-Bintan-Karimun untuk lebih selektif. Kita harus merespons ini dengan perencanaan yang partisipatif, tepat sasaran, dan berkeadilan,” ujar Nyanyang.
Capaian Ekonomi Kepri: Tertinggi di Sumatera
Meski dibayangi tantangan global, Nyanyang memaparkan rapor hijau pembangunan Kepulauan Riau yang sangat impresif:
-
Pertumbuhan Ekonomi: Mencapai 6,94% (yoy) pada Triwulan IV 2025, tertinggi di Sumatera dan peringkat tiga nasional.
-
IPM: Indeks Pembangunan Manusia mencapai 80,53 (kategori sangat tinggi), peringkat tiga nasional.
-
PDRB Per Kapita: Meningkat signifikan dari Rp123,46 juta (2020) menjadi Rp161,42 juta (2024).
-
Kemiskinan: Berhasil ditekan hingga 4,26%, salah satu yang terendah di Indonesia.
Penyelarasan Aspirasi dan Pokir DPRD
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menambahkan bahwa Musrenbang ini adalah jembatan untuk menyatukan aspirasi masyarakat dari tingkat kelurahan hingga kecamatan dengan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.
“Kita memadukan usulan bawah dengan visi strategis pemerintah agar menghasilkan prioritas pembangunan yang transparan, inklusif, dan tepat sasaran bagi seluruh wilayah Batam,” jelas Amsakar.
Wagub Nyanyang menutup arahannya dengan mengingatkan pentingnya penguatan budaya Melayu, optimalisasi potensi maritim, dan pembangunan infrastruktur yang merata sebagai pilar utama dalam menyongsong tahun 2027.
