ANAMBAS, Radarsatu.com – Kekecewaan mendalam tengah dirasakan masyarakat Desa Tarempa Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas. Memasuki bulan suci Ramadan, warga harus menghadapi persoalan klasik berupa pemadaman listrik secara mendadak yang terjadi hampir setiap malam tanpa jadwal yang jelas, Sabtu (28/2/2026).
Kondisi ini memicu keresahan lantaran listrik sering padam tepat saat pelaksanaan salat tarawih. Akibatnya, kekhusyukan ibadah masyarakat terganggu oleh gelapnya suasana rumah ibadah dan pemukiman.
Tak hanya mengganggu aktivitas religi, pemadaman yang terjadi secara tiba-tiba ini dilaporkan telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah perangkat elektronik milik warga. Perabot seperti televisi, kulkas, hingga mesin cuci rentan rusak akibat fluktuasi tegangan yang tidak stabil.
”Setiap tahun, terutama di bulan puasa, masalah PLN selalu berulang. Mati lampu justru di jam-jam tarawih. Masyarakat sudah sangat geram dengan pelayanan ini,” ujar salah seorang warga setempat dengan nada tinggi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN setempat belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab teknis di balik seringnya pemadaman listrik di wilayah Tarempa Timur. Ketiadaan informasi dan sosialisasi mengenai jadwal pemadaman semakin memperburuk citra pelayanan PLN di mata pelanggan.
Warga mendesak pihak PLN untuk segera memberikan solusi konkret dan penjelasan transparan. Masyarakat berharap adanya perbaikan layanan agar momen Ramadan di wilayah perbatasan ini dapat berjalan dengan tenang tanpa dihantui kegelapan akibat listrik padam.



