MUI Riau Gelar Gebyar Ramadan 1447 H di Masjid An-Nur, Fokus UMKM dan Edukasi

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau, Dr. H Saidul Amin.F-Istimewa

PEKANBARU, Radarsatu.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau tengah mempersiapkan perhelatan besar bertajuk “Gebyar Ramadan” untuk menyambut bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M. Bertempat di ikon wisata religi Riau, Masjid Raya An-Nur, kegiatan ini dirancang sebagai perpaduan harmonis antara penguatan spiritual, edukasi keislaman, dan pemberdayaan ekonomi umat.

Ketua Umum MUI Riau, Dr. H. Saidul Amin, mengungkapkan bahwa konsep tahun ini bertujuan menjadikan Masjid Raya An-Nur sebagai pusat syiar yang hidup selama 24 jam. Rencana ini telah mendapat lampu hijau dari Pemerintah Provinsi Riau melalui koordinasi dengan Biro Kesra.

“Kami ingin menghadirkan keberkahan Ramadan yang menyeluruh. Masjid Raya An-Nur tidak hanya menjadi tempat salat, tapi pusat edukasi dan pemberdayaan ekonomi halal selama satu bulan penuh,” ujar Saidul Amin di Balai Serindit, Pekanbaru, Jumat (13/2/2026).

Salah satu daya tarik utama dalam Gebyar Ramadan ini adalah kehadiran bazar kuliner halal di halaman masjid. MUI Riau sengaja menyediakan ruang khusus bagi pelaku UMKM lokal untuk menjajakan produk mereka, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mencari menu berbuka puasa yang terjamin kehalalannya.

Selain sisi ekonomi, aspek pendidikan juga menjadi prioritas. MUI akan mendirikan stan-stan literasi yang menyajikan materi edukatif seputar keagamaan dan pembinaan umat. Berbagai acara kajian dan diskusi agama akan digelar secara rutin dari pagi hingga malam hari untuk mengisi waktu jemaah dengan kegiatan bermanfaat.

“Masjid ini akan selalu meriah. Dengan adanya bazar kuliner dan stan pendidikan, kami berharap seluruh lapisan masyarakat bisa merasakan suasana Ramadan yang lebih bermakna dan produktif,” tambah Saidul Amin.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah masyarakat Pekanbaru, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis syariah di Bumi Lancang Kuning.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *