Banyan Tree Bintan Luncurkan Program Rewilding dan Agroforestry bersama Gudem Bee Farm

Cluster -3 Sustainability Koordinator Banyan Tree Hotels & Resort, Henry Ali Singer bersama Pimpinan BPDAS Duriangkang, Sekretaris DLH Bintan, Dansatrad Bintan dan tamu undangan lainnya berfoto bersama.F-Istimewa

BINTAN, Radarsatu.com – Banyan Tree Bintan kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon bertema “Rewilding dan Agroforestry – Restoring Forest, Improving Well-being”, yang digelar di Gudem Bee Farm, di Kampung Pasiran, Desa Sri Bintan pada Sabtu (24/01) Pagi. Program ini dilakukan dalam rangka Restorasi Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat

Kegiatan ini didukung oleh mahasiswa KKN UMRAH, masyarakat KP Pasiran, warga Sri Bintan, serta BPDAS HL Sei Jang–Duriangkang sebagai penyedia bibit. Gudem Bee Farm bertindak sebagai tuan rumah kegiatan yang juga mengusung Gerakan Tanam Pakan Lebah (GERTAKAN LEBAH), sebuah inisiatif untuk mendukung ekosistem penyerbukan alami.

Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 150 peserta dari berbagai organisasi termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pariwisata Sejak tahun 2008, Banyan Tree melalui program Greening Communities secara konsisten
melakukan penanaman pohon di Pulau Bintan.

Henry Ali Singer selaku Cluster-3 Sustainability Coordinator Banyan Tree Hotels & Resort, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, lebih dari 74.000 pohon, termasuk mangrove dan pohon keras, telah ditanam di pulau Bintan melalui program Greening Communities.

“Dengan kegiatan hari ini, jumlah tersebut bertambah menjadi sekitar 76.000 pohon. Dua lokasi utama penanaman selama ini, adalah Pengudang untuk ekosistem mangrove, serta Sri Bintan untuk tanaman keras,” ujar Henry.

Menurutnya Sri Bintan memiliki nilai historis karena menjadi lokasi penanaman pertama Banyan Tree pada 2008. Saat ini, hasilnya telah berkembang menjadi hutan kecil di SMAN 1 Teluk Sebong dan SMPN 8 Sri Bintan. Nursery bantuan Banyan Tree di sekolah tersebut juga masih terawat dengan baik.

Selain itu, pohon tabebuia yang ditanam bersama Gudem Bee Farm pada masa pemulihan Covid-19 tahun 2021, dengan dukungan BPDAS HL Sei Jang Duriangkang, kini tumbuh subur di sepanjang jalan kawasan Sri Bintan. Berbeda dari kegiatan penanaman sebelumnya, program kali ini melalui proses persiapan selama kurang lebih sembilan bulan. Inisiatif ini berawal dari kunjungan The Residence Bintan bersama BKSDA ke Banyan Tree untuk melihat model hutan alam di Banyan Tree.

Selanjutnya, Banyan Tree menghadirkan ahli kehutanan dari BKSDA Batam untuk melatih teknik pengambilan bibit dari hutan, pemindahan ke polybag, hingga persiapan penanaman di lapangan. Sejak Agustus hingga Desember, proses pengumpulan bibit dan pembangunan
nursery dilakukan secara intensif.

“Kegiatan hari ini mengusung konsep rewilding, yaitu memulihkan kawasan hutan agar kembali alami dan mengundang keanekaragaman hayati, serta agroforestry (wana tani), yaitu pengelolaan lahan yang menggabungkan kehutanan dan pertanian agar hutan tetap lestari sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Tema well-being turut diangkat sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga kesehatan, kebahagiaan, dan kebersamaan sosial. Sebanyak 25 jenis pohon hutan lokal ditanam, dengan bibit yang berasal dari kawasan hutan Sei Jang, hutan sekitar lokasi kegiatan, serta kawasan hutan Banyan Tree Lagoi.

Program ini merupakan pilot project yang diharapkan menjadi lokasi percontohan restorasi hutan berbasis masyarakat. Jika berhasil, Banyan Tree Group berencana mereplikasi model
ini di berbagai negara lain. Pasca penanaman, program akan berlanjut ke tahap monitoring dan evaluasi.

Banyan Tree Bintan juga akan melibatkan Politeknik Bintan Cakrawala yang sudah berkomitmen mengirimkan mahasiswa magang selama enam bulan di Conservation Lab Banyan Tree
Bintan untuk monitoring kegitan ini, serta akan terus melanjutkan kolaborasi dengan BKSDA pada tahap kegiatan berikutnya.

Melalui kegiatan ini, Banyan Tree berharap dapat terus berkontribusi dalam pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal di Pulau Bintan.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *