Terima Audiensi KADIN, Kapolda Kepri Tegaskan Keamanan Jadi Kunci Investasi Daerah

Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menerima audiensi jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Kepri dan KADIN Kota Batam di Ruang Kerja Kapolda, Rabu (14/1/2026).F-Humas Polda Kepri

BATAM, Radarsatu.com – Kapolda Kepulauan Riau, Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menerima audiensi jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Kepri dan KADIN Kota Batam di Ruang Kerja Kapolda, Rabu (14/1/2026). Pertemuan strategis ini memfokuskan pada penguatan keamanan sebagai motor penggerak investasi.

Turut mendampingi Kapolda dalam kegiatan tersebut Irwasda Polda Kepri, jajaran Pejabat Utama (PJU), serta Kabid Humas Polda Kepri. Sementara dari pihak dunia usaha, hadir langsung Ketua Umum KADIN Kepri bersama Ketua KADIN Batam dan jajaran pengurus.

Dalam forum tersebut, KADIN menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Polda Kepri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kondisi keamanan yang stabil dinilai menjadi faktor utama melonjaknya pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau yang menyentuh angka 7,4 persen pada kuartal III 2025—capaian tertinggi di seluruh wilayah Sumatera.

Pertumbuhan impresif tersebut didorong oleh geliat sektor-sektor strategis seperti industri Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) penerbangan di Batam, penguatan status Free Trade Zone (FTZ), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta optimalisasi sektor kemaritiman.

Menanggapi hal tersebut, Irjen Pol. Asep Safrudin menegaskan bahwa jajaran Polda Kepri berkomitmen penuh menjadikan keamanan sebagai fondasi kokoh bagi pembangunan daerah.

“Polda Kepri siap bersinergi dengan KADIN untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Hal ini penting guna menjamin kelancaran aktivitas dunia usaha dan memastikan investor merasa aman menanamkan modalnya di Kepri,” tegas Kapolda.

Lebih lanjut, Kapolda menekankan pentingnya langkah preventif dan deteksi dini melalui koordinasi lintas sektor. Menurutnya, segala potensi gangguan keamanan harus diantisipasi lebih awal agar tidak memberikan dampak negatif terhadap iklim usaha.

Melalui koordinasi ini, diharapkan hubungan antara aparat penegak hukum dan pelaku usaha semakin solid. Sinergi ini menjadi kunci untuk mewujudkan Kepulauan Riau sebagai wilayah yang aman, stabil, serta memiliki daya saing investasi yang unggul di kancah nasional maupun internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *