Pencapaian Fantastis Kejati Kepri: PNBP Tembus 443% dan Amankan Aset Rampasan Senilai Rp2,5 Triliun

Kepala Kejati Kepri J. Devy Sudarso.F-Istimewa

TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kejati Kepri) merilis laporan capaian kinerja komprehensif untuk periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025. Di bawah kepemimpinan J. Devy Sudarso, institusi Adhyaksa ini mencatatkan performa signifikan dalam penegakan hukum, penyelamatan aset negara, hingga pelayanan masyarakat yang humanis.

Sepanjang tahun 2025, Kejati Kepri beserta 9 satuan kerja di bawahnya berhasil merealisasikan anggaran sebesar 99,01% (Rp154,2 miliar) dengan nilai SAKIP berpredikat A (Memuaskan). Salah satu pencapaian yang paling menonjol adalah realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai Rp47,1 miliar, atau melampaui target hingga 443,03%.

Penegakan Hukum Khusus dan Korupsi

Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) menunjukkan taringnya dengan menangani puluhan perkara korupsi dan penyelamatan keuangan negara:

  • Penyidikan Korupsi: 42 Perkara.

  • Penyelamatan Keuangan Negara: Rp24,5 Miliar + US$ 272.497.

  • Potensi PNBP Masa Depan: Kejati Kepri tengah memproses lelang barang rampasan negara berupa Kapal MT Arman dan Stok Pile Bauksit dengan nilai fantastis mencapai Rp2,57 Triliun.

Kejahatan Umum dan Keadilan Restoratif

Di Bidang Tindak Pidana Umum (Pidum), Kejati Kepri mengedepankan keseimbangan antara ketegasan hukum dan keadilan hati nurani:

  • Restorative Justice (RJ): 21 Perkara berhasil diselesaikan tanpa jalur pengadilan.

  • Penuntutan Pidum: Menangani 1.482 perkara, termasuk pemberian tuntutan mati terhadap 6 terdakwa dan penjara seumur hidup bagi 7 terdakwa narkotika.

  • Infrastruktur Keadilan: Telah dibentuk 24 Rumah Restorative Justice dan 1 Balai Rehabilitasi.

Intelijen dan Pengamanan Proyek Strategis

Bidang Intelijen aktif melakukan pengawalan terhadap pembangunan di Kepri:

  • Pengawalan Proyek: Mengawal 25 Proyek Strategis Daerah (Rp180 Miliar) dan 20 Proyek Strategis Nasional (Rp4,8 Triliun).

  • Program Tabur (Tangkap Buronan): Berhasil meringkus 15 orang buronan.

  • Pendidikan Hukum: Melalui program Jaksa Masuk Sekolah, sebanyak 3.180 siswa mendapatkan edukasi hukum.

Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun)

Sektor Datun mencatatkan nilai penyelamatan keuangan negara paling tinggi, yakni mencapai Rp1,73 Triliun melalui berbagai jalur bantuan hukum dan mediasi kepada instansi pemerintah.

Pengawasan dan Disiplin Internal

Guna menjaga integritas, Bidang Pengawasan telah menjatuhkan Hukuman Disiplin Tingkat Berat terhadap 1 orang Jaksa dan sedang mengusulkan sanksi bagi 3 Jaksa lainnya. Hal ini menegaskan komitmen Kejati Kepri dalam “bersih-bersih” internal.

Kajati Kepri, J. Devy Sudarso, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Adhyaksa di wilayah hukum Kepri. “Capaian ini menjadi bahan introspeksi untuk berkinerja lebih baik di tahun 2026. Kami berkomitmen mendukung program prioritas nasional dan menciptakan keamanan di Provinsi Kepulauan Riau,” tutupnya.

Ringkasan Capaian Kejati Kepri 2025

Bidang Kerja Indikator Utama Pencapaian
Keuangan Realisasi PNBP 443,03% (Rp47,1 Miliar)
Pidsus Penyidikan Korupsi 42 Perkara
Pidum Restorative Justice 21 Perkara Selesai
Intelijen Tangkap Buronan 15 Orang
Datun Penyelamatan Keuangan Rp1,73 Triliun
Barang Rampasan Lelang MT Arman & Bauksit Potensi Rp2,57 Triliun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *