BATAM, Radarsatu.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Batam, Erlita Amsakar, memimpin Rapat Kerja Daerah (Rakerda) TP-PKK Kota Batam Tahun 2025 di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (5/12/2025). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Rakernas di Kalimantan Timur serta Rakerda tingkat Provinsi Kepulauan Riau di Bintan.
Rakerda ini menjadi forum strategis untuk memaparkan sekaligus merumuskan program kerja TP-PKK Kota Batam di tahun 2026. Dalam sambutannya, Erlita menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh unsur TP-PKK kecamatan dan kelurahan.
“Rakerda ini menjadi tempat kita menyusun program-program yang akan dijalankan pada 2026. Momentum ini penting untuk memperkuat kiprah PKK dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera, maju, dan berdaya,” ujar Erlita.
Fokus Utama Program 2026: Stunting dan Ancaman Sosial
Di tengah pesatnya pembangunan Kota Batam, Erlita menekankan bahwa TP-PKK masih memiliki pekerjaan rumah yang membutuhkan intervensi serius dari para kader, terutama di tiga isu krusial:
-
Stunting: Meskipun angka stunting menurun, masih ada wilayah rawan yang memerlukan intervensi terpadu. Penanganannya tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, melainkan juga edukasi pola asuh dan pendampingan ibu hamil.
-
Penyalahgunaan Narkoba: Ancaman ini memerlukan peran aktif dan edukasi dari kader PKK di lapangan.
-
Perdagangan Orang (Trafficking): Isu sosial ini memerlukan kewaspadaan dan keterlibatan semua pihak.
Menurut Erlita, Rakerda menjadi kesempatan penting untuk memperkuat sinergi dan memastikan setiap program PKK benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Mari jadikan forum ini sebagai ruang menyatukan langkah dan merumuskan rencana kerja yang terarah. Di sini kita juga memaparkan hasil Rakernas dari setiap pokja agar implementasinya tepat dan berkelanjutan,” tutupnya.



