Pemkab Karimun Tingkatkan Ilmu Ekspor UMKM Binaan

Bupati Iskandarsyah foto bersama usai membuka workshop, sosialisasi, dan pelantihan di Hotel Aston Karimun, Selasa (2/12/2025).F-Nov/Radarsatu.com

KARIMUN, Radarsatu.com – Pemkab Karimun meningkatkan ilmu eskpor 30 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan melalui workshop, sosialisasi, dan pelantihan, Selasa (2/12/2025).

Kegiatan menggandeng Export Center Batam bertempat di Hotel Aston Karimun itu menghadirkan berbagai narasumber di antaranya bea cukai, pihak perbankan dan perpajakan.

“Dalam teori pertumbuhan ekonomi itu ada 4, salah satunya adalah ekspor,” ujar Bupati Karimun, Iskandarsyah.

Ia menyampaikan, pelatihan ini menjadi suatu hal sangat penting untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan UMKM agar mampu menembus pasar global.

Pengembangan usaha lanjutnya, tidak hanya bergantung pada modal, tetapi juga pada ilmu, relasi, dan perubahan pola pikir.

“Pengembangan usaha harus dimulai dari potensi dan kearifan lokal yang dimiliki daerah,” ucap Iskandarsyah.

Bupati Karimun berharap, dengan pelatihan ini, pelaku UMKM binaan mendapatkan ilmu, pemahaman dan juga relasi.

“Mudah-mudahan ilmu yang didapat membantu, sehingga produk UMKM bisa keluar. Kami akan terus dorongan. Yang jelas bagi kami, para UMKM produknya itu bisa terjual dengan banyak, omsetnya besar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan ESDM Karimun, Basori menyebutkan, pelaku UMKM di daerah tersebut sekitar 19.000. Ini menunjukkan antusiasme berwirausaha di Karimun sangat tinggi.

“Untuk pembinaannya belum dapat menjangkau seluruh, dan saat ini baru 30 pelaku UMKM yang menjadi binaan,” katanya.

Kepala KPPBC TMP B Tanjung Balai Karimun, Tri Wahyudi, menyampaikan melalui berbagai kegiatan terus memperkuat perannya mendukung pengusaha dalam upaya meningkatkan nilai ekspor.

Hingga triwulan III tahun 2025, total nilai ekspor dari seluruh UMKM yang dilayani Bea Cukai Tanjung Balai Karimun mencapai Rp 49 miliar.

“Nilai ini melonjak signifikan dibandingkan capaian sepanjang tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 18 miliar,” ungkapnya.

Dia berharap, semakin banyak produk lokal Karimun yang dikenal di kancah
internasional, sekaligus memperkuat kontribusi ekspor daerah terhadap perekonomian nasional.

“Bea Cukai Tanjung Balai Karimun tidak hanya berperan sebagai institusi pengawasan, tetapi juga sebagai mitra strategis dunia usaha dalam menciptakan iklim perdagangan yang sehat, kompetitif, dan berdaya saing global,” tutur Tri Wahyudi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *