Dinas Koperasi dan UKM Kepri Gelar ASEAN Business Forum, Dihadiri 15 Perusahan dari 5 Negara

Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggebrak dengan menyelenggarakan ASEAN Business Forum untuk pertama kalinya pada tahun 2025.F-Istimewa

BATAM, Radarsatu.com – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kepri, untuk pertama kalinya mulai tahun 2025, ini menggelar ASEAN Business Forum dengan dihadiri para peserta utusan 15 Perusahaan yang berasal dari 5 Negara Asia Tenggara plus Asia.

Pertemuan ini merupakan upaya dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepri dalam rangka membangun kolaborasi antar pelaku usaha, terutama dengan tamu dan mitra yang hadir dari luar negeri yaitu, Singapura, Malaysia, Turkey, Taiwan dan Myanmar.

Kegiatan ASEAN Business Forum berlangsung di Hotel Harmone One, Kota Batam pada Senin (17/11) Malam, dan dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepri Riki Rionaldi.

Untuk peserta lokal, kegiatan yang mengangkat tema yakni; “Empowering Local Enterpreneur” itu diikuti sekitar 400 Pengusaha UMKM se Kepri.

Riki Rionaldi mengatakan, dari jumlah tersebut telah terseleksi sebanyak 60 UMKM dalam program pendampingan Business Merah Putih, dimana 40 UMKM diantaranya berasal dari Batam dan 20 UMKM dari Tanjungpinang.

“Dari jumlah tersebut, 8 UMKM terpilih karena dinilai memiliki chemistry kuat dan berpotensi besar menjalin kerjasama dengan perusahaan peserta forum,” ungkap Riki Rionaldi.

Riki juga mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, Dinas Koperasi dan UKM Kepri mencatat tak kurang 2.000 UMKM di Kepri yang telah dikategorikan berdasarkan level pengembangan menuju UMKM berkelanjutan dan naik kelas.

“Seluruhnya diarahkan masuk dalam lembaga Koperasi Merah Putih sebagai wadah peningkatan kapasitas,” ujarnya.

Riki menjelaskan program ini belum setahun berjalan, meski begitu target pemerintah tidak hanya skala Kepri, namun hingga mancanegara. Menurutnya Kepri memiliki keunggulan karena berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.

“Karena itu kami menggandeng UMKM yang mempunyai chemistry dan kepentingan untuk berkolaborasi,” tegasnya.

Dirinya juga menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan sekedar seremoni, tetapi bertujuan menghasilkan kerja kongkret yang dapat memberi keuntungan nyata bagi pengusaha UMKM lokal.

“Pemerintah berkomitmen menindaklanjuti peluang yang terbentuk dari temu bisnis ini, sebab jika kita mau berkolaborasi maka kita berkembang secara profesional,” tandasnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *