TANJUNGPINANG, Radarsatu.com – Pembangunan infrastruktur di wilayah Provinsi Kepri terus menunjukkan arah yang positif. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Rodi Yantari menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan sinergi lintas sektor dan inovasi teknologi dalam mempercepat pemerataan pembangunan di daerah kepulauan.
Menurut Rodi, tantangan geografis Kepri yang terdiri dari sebaran pulau-pulau kecil justru menjadi pemicu lahirnya berbagai terobosan baru dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
“Kita menyadari bahwa karakter wilayah Kepri sangat unik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang berbeda dan kolaborasi yang kuat antar instansi agar setiap program pembangunan dapat menjangkau masyarakat di seluruh pulau,” ujarnya.
Melalui sinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota, serta dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kepri, Dinas PUPP kini fokus pada pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum yang menunjang konektivitas antarwilayah.
Selain itu, berbagai program juga diarahkan pada penataan ruang yang berkelanjutan agar pembangunan tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga memperkuat daya saing ekonomi daerah.
“Pembangunan infrastruktur tidak boleh berhenti hanya pada aspek fisik. Kita ingin memastikan bahwa setiap proyek yang dikerjakan benar-benar memberikan nilai manfaat, baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Karena itu, perencanaan harus berbasis kebutuhan masyarakat dan memperhatikan aspek lingkungan,” jelas Rodi.
Dinas PUPP Kepri juga tengah mendorong penerapan sistem informasi berbasis digital untuk mempercepat proses perencanaan dan pengawasan proyek. Dengan pemanfaatan teknologi ini, proses monitoring dan evaluasi dapat dilakukan secara lebih transparan dan akuntabel.
“Digitalisasi bukan hanya tren, tetapi kebutuhan. Kita ingin setiap tahap pembangunan bisa dipantau dengan baik, sehingga hasilnya lebih optimal dan tepat sasaran,” tambahnya.
Selain itu, pendekatan inovatif juga diterapkan dalam penanganan pembangunan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang memiliki kondisi geografis ekstrem. Rodi menyebutkan bahwa sejumlah metode konstruksi adaptif telah dikembangkan agar infrastruktur tetap kokoh dan tahan terhadap kondisi alam.
“Kita berupaya agar pembangunan di wilayah kepulauan tidak tertinggal dibandingkan daerah daratan besar. Untuk itu, desain infrastruktur harus disesuaikan dengan karakteristik daerah, termasuk memperhatikan daya dukung lingkungan dan keterlibatan masyarakat lokal,” katanya.
Ke depan, Dinas PUPP Kepri berkomitmen memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, daerah, maupun pihak swasta, guna memastikan keberlanjutan pembangunan.
Melalui kerja sama yang harmonis dan inovasi berkelanjutan, pembangunan infrastruktur di Kepulauan Riau diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Prinsipnya, pembangunan harus memberi manfaat nyata. Dengan sinergi dan inovasi, kita ingin memastikan bahwa setiap jembatan yang dibangun bukan hanya menghubungkan dua pulau, tapi juga membuka peluang baru bagi kesejahteraan masyarakat Kepri,” tutupnya.



