Realisasi Investasi Riau Triwulan III Tembus Rp 21,59 Triliun, Capai Peringkat 8 Nasional dan Tertinggi di Sumatera

Gubernur Riau Abdul Wahid.F-Istimewa

PEKANBARU, Radarsatu.com – Provinsi Riau mencatatkan performa investasi yang sangat impresif pada Triwulan III 2025 (Juli–September). Realisasi investasi yang dicatat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP Riau) mencapai Rp 21,59 triliun, menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 26,03 persen secara year-on-year (yoy). Capaian ini juga berhasil menyerap 14.103 tenaga kerja Indonesia.

Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid, menyatakan bahwa pertumbuhan ini adalah bukti meningkatnya kepercayaan investor dan kondusifnya iklim investasi berkat kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Pemerintah Provinsi berkomitmen menjaga momentum ini melalui kemudahan perizinan, percepatan layanan, serta mendorong hilirisasi industri dan ekonomi hijau,” tegas Gubri di Pekanbaru, Selasa (21/10/2025).

Riau Kuasai Sumatera dan Masuk 10 Besar Nasional

Realisasi investasi Riau Triwulan III 2025 sebesar Rp 21,59 triliun menempatkan provinsi ini di peringkat ke-8 nasional. Secara kumulatif (Januari–September 2025), total investasi Riau mencapai Rp 55,89 triliun, menjadikannya peringkat pertama di Pulau Sumatera dan peringkat ke-9 nasional.

  • PMDN Dominan: Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp 16,34 triliun (peringkat 6 nasional).
  • PMA Kontributor: Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai US$ 326,6 juta (setara Rp 5,23 triliun, kurs Rp 16.000), dengan Malaysia dan Singapura menjadi negara asal investor terbesar.

Secara geografis, Kota Dumai (Rp 3,9 T), Kabupaten Siak (Rp 3,3 T), dan Kabupaten Pelalawan (Rp 2,9 T) menjadi tiga besar kontributor investasi di Riau.

Fokus Hilirisasi dan Sektor Unggulan

Lima sektor usaha yang menjadi kontributor terbesar investasi Triwulan III adalah: Kehutanan (27,86%), Transportasi, Gudang, & Telekomunikasi (21,37%), dan Industri Makanan (17,89%). Kelima sektor utama secara akumulatif menyumbang hampir 85 persen dari total realisasi.

Pemprov Riau kini secara agresif mendorong pengembangan industri hilir. Hingga September 2025, realisasi investasi di bidang hilirisasi mencapai Rp 10,95 triliun.

“Langkah ini penting agar Riau tidak hanya menjadi produsen bahan mentah, tetapi juga pusat pengolahan dan nilai tambah, sehingga mendorong ekonomi daerah yang berkelanjutan,” kata Abdul Wahid.

Gubri juga menargetkan Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti pembangunan Tol Lingkar Pekanbaru–Rengat, pengembangan Kawasan Industri Buruk Bakul, dan proyek energi baru terbarukan seperti PLTS 2 GW di Pulau Rangsang, akan terus meningkatkan realisasi investasi hingga akhir tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *