KARIMUN, Radarsatu.com – BBM jenis pertalite sempat kosong di SPBU Poros dan juga SPBU Coastal Area serta pom-pom mini di Karimun, Provinsi Kepulauan Riau pada, Kamis (25/9/2025) lalu.
Terkait hal itu, Direktur PT Ology Karimun Bumi Sukses (OKBS), Muhammad Nasrullah selaku pengelola SPBU Poros buka suara.
Nasrullah mengatakan, ada keterlambatan sampai kapal yang membawa BBM pertalite dari Tanjung Uban, Bintan ke Kabupaten Karimun.
“Ada masalah administrasi yang menyebabkan ngisi BBM nya ke kapal kita terpending,” katanya, Sabtu (27/9).
Ia menjelaskan, kapal yang membawa BBM seharusnya sampainya di Karimun sekitar pukul 18.00 WIB menjadi pukul 03.00 WIB pagi (subuh).
“Gak mungkin langsung dibongkar, terpaksa nunggu pagi, makanya sempat terjadi kekosongan pada Kamis kemarin, jam 10.00 WIB baru tersedia kembali. Saat itu beredar isu bahwa BBM langka, akhirnya SPBU Poros diserbu masyarakat,”
ujar Nasrullah.
Dijelaskannya lagi, BBM pertalite yang sudah tersedia di SPBU Poros saat ini sebanyak 110 kiloliter (KL), dan masih ada 60 KL lagi yang sedang proses bongkar.
“BBM yang sudah datang, untuk tiga hari ke depan masih aman,” tuturnya.
Lanjut Nasrullah, untuk tidak terjadi lagi kekosongan, pihaknya telah membeli kembali pertalite sebanyak 220 kiloliter (KL) di Pertamina Tanjung Uban.
“Tangggal 26 kemarin sudah kita order/pesan lagi dan aman sampai di Karimun pada Rabu nanti. 220 KL bisa bertahan sampai 10 hari,” katanya.
Nasrullah berharap, mulai dari proses bongkar, pengeringan tanki dan perjalanan kapal kembali ke Karimun dari Tanjung Uban berjalan normal.
“Jika semua berjalan lancar, maka dipastikan tidak akan terjadi kekosongan,” ucapnya.
Dia juga meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah termakan isu yang belum jelas kebenarannya.
“Jangan mudah terpancing dengan isu-isu yang belum jelas. Jika belum kosong, tidak usah ngantre,” kata Nasrullah mengakhiri.
