Indeks

Penjaga Rumah Gadang PKSB Karimun Tewas Gantung Diri

Petugas mengevakuasi jenazah penjaga rumah gadang PKSB inisial F (27) yang ditemukan teas tergantung ke RSUD Muhammad Sani Karimun, Juamt (19/9/2025) sore. F-Nov/Radarsatu.com

KARIMUN, Radarsatu.com – Masyarakat Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau kembali digegerkan dengan penemuan mayat.

Setelah belum lama ini, penemuan mayat kali ini di Gedung atau Rumah Gadang Persatuan Keluarga Sumatra Barat (PKSB) pada, Jumat (19/9/2025) sore.

Berdasarkan informasi diperoleh di lapangan, yang ditemukan tewas gantung diri berjenis kelamin laki-laki berinisial F (27) sebagai penjaga gedung di Jl Pendidikan, Kecamatan Karimun tersebut.

Adanya peristiwa tersebut, gedung PKSB dikerumi masyarakat untuk melibat pihak kepolisian mengevakuasi korban ke RSUD, dan arus lalu lintas sempat macet.

Temuan mayat ini diketahui ketika sejumlah warga sedang melakukan dekorasi pelaminan pernikahan yang akan dilaksanalan besok, Sabtu (20/9) di dalam gedung tersebut.

Saat itu warga melihat banyak lalat yang keluar dari dalam salah satu kamar atau ruangan gedung, serta mencium aroma tidak sedap.

Merasa curiga, warga coba mengeceknya dari lubang angin ruangan yang tertutup dari luar tersebut.

“Sekitar pukul 14.30 WIB tadi pas lagi mendekorasi pelaminan, melihat banyak lalat dan mencium aroma tidak sedap. Pas cek lubang angin, korban sudah tergatung dengan tali merah,” kata Syahril, salah seoeang warga di TKP.

Sementara itu, Kapolsek Karimun, AKP Andri Yusri menyampaikan, setelah menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 15.00 WIB, tim inafis langsung segera tiba di TKP melakukan evakuasi.

“Informasi yang kami dapat, korban penjaga gedung PKSB. Korban tewas dengan cara gantung diri dengan seutas tali di salah satu tiang atap kamar gedung. Saat ditemukan korban masih tergantung,” ujarnya.

AKP Andri Yusri menyampaikan, pihaknya belum dapat mengetaui apa penyebab korban menghakhiri nyawanya dengan cara gantung diri. Termasuk sudah berapa hari korban meninggal dunia.

“Kami masih lakukan pendalam kepada saksi-saksi atau pun keluarga korban,” ucapnya.

Saat ini jenazah korban sudah dibawa ke RSUD Muhammad Sani Karimun untuk dilakukan pemerikaaan (visum) guna mengetahui penyebab kematian dan sudah berapa lama korban meninggal dunia.

Exit mobile version